oleh

2 Tersangka Korupsi Proyek IPA PDAM Digelandang ke Rutan Tanjung Kusta

Inimedan.com-Belawan

Setelah diperiksa selama hampir lebih kurang 7 jam oleh penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan, akhirnya Ir. MS dan FS yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (20/9) sekira pukul 16:00 WIB, resmi ditahan dan digelandang ke rutan Kelas I Tanjung Kusta Medan.

Pantauan media ini di Kejari Belawan, Ir. MS yang sebelumnya didalam proyek dengan menelan biaya  milyaran rupiah itu dan menjabat sebagai PPK, dibawa ke rutan kelas I Tanjung Kusta Medan dengan menggunakan mobil Avanza warna Silver dengan nomor Polisi BK 35, sedangkan FS yang disebutkan sebagai pihak rekanan dan menjabat sebagai Dirut di PT LGU (KSO) dibawa ke rutan wanita tanjung kusta Medan dengan menggunakan mobil Mitsubishi Expander warna Hitam dengan nomor Polisi BK 1538 GN.

“Tersangka Ir. MS yang sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi air limbah di PDAM Sumut, sedangkan FS menjabat sebagai Dirut di PT KSO selaku rekanan yang ikut dalam proyek intalasi pengolahan air dan jaringan pipa transmisi di kawasan Kelurahan Martubung dan Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan”, ucap Kajari Belawan Yusnani SH melalui Kasie Pidsus, Nurdiono SH pada wartawan.

Jelasnya, tersangka FS sempat pingsan diruang pemeriksaan saat dilakukan pemeriksaan karena kita lakukan penahanan, padahal sebelumnya tersangka meminta penanguhan penahanan namun kita menolaknya.

“Saat ini masih 2 orang kita tetapkan sebagai tersangka, namun akan segera ada yang akan menjadi tersangka baru, mereka akan kita jerat dengan pasal 2 dan 3 jo pasal 18 UU No. 31/1999 Jo UU No 20/2001 tetang pemberantasan tindak pidana korupsi”, ucap Kasie Pidsus Kejari Belawan itu.

Ketika Medan Pos kembali menanyakan jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat proyek berbau aroma korupsi itu, Kasie Pidsus Kejar Belawan itu mengatakan, bahwa kerugian negara akibat proyek itu mencapai Rp. 18, 3 milyar.

“Mengenai aliran dana kemana aja, tersangka belum mau cerita banyak, namun didalam persidangan kita pastikan tersangka akan mengungkap aliran dana dari uang tersebut”, ungkapnya.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, terkait dugaan korupsi dana proyek tirtanadi PDAM Sumut untuk pengerjaan proyek IPA (instalasi pengolahan air)  dan jaringan pipa transmisi di kawasan Kelurahan Martubung dan Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan yang diserap dari dana penyertaan Modal Pempropsu yang disebut-sebut dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Cemerlang Samudra Kontrindo (CSK) – KSO/LGU yang menelan biaya mencapai Rp. 58 miliyar lebih pada tahun 2012 lalu, menebarkan aroma korupsi sebab hampir seluruh kegiatan proyek tak terealisasi bahkan warga yang bermukim dikawasan Medan bagian utara tetap sulit untuk mendapatkan air bersih.

Bahkan disebut-sebut 60 orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik pidsus Kejari Belawan untuk mengungkap kasus ini dan beberapa orang petinggi di PDAM Sumut turut dimintai keterangan di antaranya Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian, kemudian, mantan Kepala Divisi Keuangan PDAM Tirtanadi Irwansyah Siregar, mantan Direksi Mangindang Ritonga dan Ahmad Thamrin serta pihak rekanan juga sudah diperiksa.

Dari data yang diterima, anggaran proyek yang menelan biaya mencapai Rp. 58 milyar itu meliputi pembangunan Direksi Keet, kantor lapangan, barak, gudang, jalan atau akses, pagar proyek, pembersihan lokasi, papan nama proyek dan lainnya dengan pagu anggaran Rp75 juta.

Kemudian, perizinan dengan pagu anggaran Rp150 juta. Perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan, akomodasi, transportasi, air tiket, office dengan pagu anggaran Rp50 juta.

Lalu, pengukuran atau staking out Rp7,5 juta, investigasi atau survei Rp15 juta, utilitas pelaksanaan dan pek Rp85 juta, mobiliasasi personil dan peralatan Rp45 juta, pengadaan dan pelaksanaan pembangunan IPA kapasitas minimum 200 liter per detik Rp15.494.727.115, pengadaan pelaksanaan pekerjaan instrumentasi atau SCADA Rp3.491.269.750, pengadaan dan pelaksanaan pembangunan rehabilitasi booster pump existing Rp7.676.874.459, pengadaan pelaksanaan pembangunan rumah daya di IPA Martubung Rp6.109.211.627.

Selain itu, untuk pembangunan kantor seluas 200 m2, untuk pengadaannya sebesar Rp1.449.135.315, dan untuk pelaksanaan chemical building sebesar Rp3.140.386.966. Sedangkan pembangunan sludge lagoon IPA menelan biaya Rp988.531.712.

Lalu, untuk unit bangunan penunjang sebesar Rp2.326.919.475, pengadaan pemasangan pipa transmisi air baku sebesar Rp. 4.396.041.648, pengadaan dan pelaksanan pembangunan intake Rp7.480.827.223, uji coba Rp25 juta, laporan Rp15 juta. Ada juga untuk pelatihan atau transfer of knowladge sebesar Rp25 juta, pembersihan Rp7,5 juta dan demobilisasi Rp18 juta.

Namun anehnya, hingga kini masyarakat yang bermukim dikawasan Medan bagian utara tetap sulit untuk mendapatkan air bersih untuk bisa mengalir kerumah mereka, bahkan warga terpaksa menggunakan mesin penarik air sebab kalau tidak air tidak akan keluar. Ungkap warga. (Tp)

Komentar

News Feed