oleh

Ali Umri Dukung Rohmat- Usman Jakfar

Inimedan.com- Binjai
     Peta politik kembali berubah menjelang Pilkada Kota Binjai setelah mantan Walikota Binjai yang kini duduk sebagai anggota DPR RI, H. Ali Umri, SH,MKn berbalik mendukung Paslon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1, Rahmat Sorialam Harahap,SH,MH dan Ustadz DR. Usman Jakfar, LC, MA. Hal itu terbukti dari acara shilaturrahmi yang digelar Ali Umri di rumahnya, di kompleks Binjai Indah, Jalan T. Amir Hamzah, Tandam, Binjai Utara, Rabu (21/10).
     ” Ini cuma acara kumpul- kumpul biasa antara saya dengan keluarga dan para sahabat, karena sudah lama tidak bersua, terutama dengan teman- teman saya dari alumni SMPN 1 dan SMAN 1 Binjai,” ujar Ali Umri dalam sambutannya.
     Namun, dia pun menambahkan, ada yang mau disampaikannya  terkait dengan Paslon yang akan  didukung dan dipilih nantinya. Artinya, jangan asal pilih, tapi pilihlah yang lebih pantas dan berkualitas.
      ” Yang jelas, kita telitilah dulu sebelum kuta pilih.  Setelah kita teliti, barulah kita tahu apa kelebihan dan kekurangan paslon yang ini, lalu apa pula kelebihan dan kekurangan paslon yang lain. Dari situ saya pun mengajak kita semua untuk sepakat mendukung dan memilih paslon nomor 1, Rahmat Sorialam Harahap-Ustadz Usman Jakfar, saat pemilihan tanggal 9 Desember 2020 yang akan datang, ” ujarnya.
     Sebagai perbandingan, seperti paslon nomor 3 Juliadi, ungkapnya, kabarnya dibantu oleh mantan Bupati Langkat,  H.  Ngogesa Sitepu.  Sudah berapa uangnya habis, karena ini adalah usahanya yang kedua.
     ” Masuk akal kan, kalau menang nanti,  Juliadi bukannya sibuk membangun Kota Binjai,  tapi malah sibuk mengembalikan ‘hutangnya’ kepada Ngogesa Sitepu. Jadi,  untuk apalah kita pilih dia,  belum lagi ‘balas budinya’ tentu akan lebih diarahkan untuk para kroninya,  bukan untuk masyarakat,” ujarnya.
     Sedangkan Amir Hamzah, semua orang tahu adalah ‘kader’  Idaham yang dibawa dari Langkat. Lalu diberi jabatan sebagai Kepala BKD Kota Binjai.
      Namun,  sekarang dia malah berkhianat dan berpasangan dengan Juliadi.  Padahal,  kalau mau fair, seharusnya dia berpasangan dengan Lisa,  bukan dengan Juliadi.
     ” Jadi,  untuk apa pula kita pilih pemimpin yang seperti ini, karena dia adalah seorang pengkhianat.  Ini fakta dan bukan mengada-ada,” ujarnya.
     Lalu,  paslon nomor 2 Lisa-Sapta,  tidak terlepas dari peran Idaham,  karena Lisa adalah istri Idaham.  Yang jadi masalah,  mengapa harus Lisa yang ditampilkan Idaham,  seolah-olah tidak rela dia jika kekuasaannya diserahkan kepada orang lain.
     Padahal,  jika orang lain,  akan ada perbandingan, sehingga tahulah kita apa kekurangan dan kelebihan kita.
     ” Sebagai contoh, setelah saya turun, banyak yang memuji. Katanya,  lebih baik juga  zaman saya dulu dibanding sekarang, karena dulu kawan- kawan saya semua saya perhatikan dan saya bantu. Sekarang,  tidak,” ujarnya.
     Buktinya,  semua kontraktor lokal dapat pekerjaan.  Lalu, banyak pembangunan yang dilakukan. Contohnya, ada titi kembar, ada sky cross.
     ” Bahkan,  jalan-jalan dibangun dan mulus sampai ke kampung-kampung, sehingga harga tanah pun melonjak naik,  tapi coba tengok sekarang jalan banyak yang rusak,” ujarnya.
     ” Bahkan,  status Binjai sebagai kota sedang turun lagi menjadi kota kecil,” ujarnya.
     Karena itu,  Ali Umri pun menegaskan,  dia bukannya mau mendikte dan memaksa,  tapi kalau memang masyarakat Kota Binjai masih mencintainya,  maka tidaklah ada salahnya mereka sepakat untuk mendukung dan memilih paslon nomor 1.
     ” Jadi,  inilah yang saya nilai lebih pantas dan layak untuk kita pilih agar kota Binjai ke depan bisa lebih berkembang dan maju, ” ujarnya.  (BD)

Komentar

News Feed