oleh

Anggota DPD RI Dicecar 18 Pertanyaan

Inimedan.com
Secara marathon, penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terus melakukan pemeriksaan terhadap 46 Anggota DPRD Sumut, guna mendalami kasus dugaan korupsi penyuapan terhadap Pimpinan dan Anggota DPRD Sumut.
Pemeriksaan ke-46 anggota DPRD Sumut ini, dilakukan secara bertahap selama sepekan ‎di Markas Komando Brimob Polda Sumut di Jalan Wahid Hasyim, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/1/2018), dilakukan sejak pagi hingga sore.
Untuk hari kedua ini, pemeriksaan dilakukan lembaga antirasuah untuk para mantan anggota DPRD Sumut, diantaranya Rijal Sirait (PPP)‎, Tohonon Silalahi (PDS), Abu Bokar Tambak (PBR/Pergantian), Taufan Agung Ginting (PDI-P), Fahru Roji (PDI-P), Tonies Sianturi (PDS), Darmawan Sembiring (PDS). Kemudian, Arlene Manurung (PDS), Fadly Nurzal (PPP) saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumut, dan Abuhasan Maturidi (PPP).
Dari pantauan di Mako Brimob Polda Sumut, satu persatu para saksi itu, masuk kedalam untuk menghadiri pemeriksaan dilakukan KPK terkait kasus suap pimpinan dan anggota DPRD Sumut mencapai Rp 61,8 miliar. Yang juga melibatkan mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho sebagai pemberi suap.
Rijal Sirait mengatakan memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Ia mengungkapkan pemeriksaan soal suap untuk pengesahan APBD Provinsi Sumut, beberapa tahun lalu.
“Hari ini, sama pertanyaan seperti yang lalu. Soal proses APBD 2012, 2013, 2014 dan 2015 awal. Kemudian tentang interpelasi dilakukan, kenapa LPJ tidak tolak?,” ucap Rijal Sirait, saat ini sebagai anggota DPD RI.
Rijal menjelaskan dalam interpelasi ada didapatkan sejumlah catatan tentang kinerja Gubernur Sumut, yang saat itu dijabat oleh Gatot Pudjo Nugroho. “Saat interpelasi itu, ‎ada anggota mengajukan hak interpelasinya dan ada juga tidak. Ada tarik tanda tangan dan ada tidak menarik tanda tangan. Yang menarik itu, ada dapat atau tidak?. Kalau itu, kita tidak tahu,” paparnya.
Rijal Sirait menuturkan penyidik KPK melontarkan pertanyaan sebanyak 17 hingga 18 pertanyaan seputar kasus suap di DPRD Sumut. Namun, ia mengungkapkan pemeriksaan sudah dilakukan sebanyak 4 kali. “Pertanyaan KPK sama saya, ada menerima atau tidak kawan-kawan. Ada pertemuan pimpinan, anggota Banggar diluar sesuai dengan jalur Banggar. Itu ada pertanyaan, semua dimintai keterangan dari saya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, dalam kasus suap ini juga menjerat sejumlah pimpinan DPRD Sumut dan mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho. Atas perbuatannya, Gatot pun, divonis 4 tahun kurungan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis, 9 Maret 2017, lalu. [im-01]

Komentar

News Feed