oleh

Atika Buru Prestasi

Inimedan.com-Medan

Mahasiswi fakultas teknik jurusan teknik industri Universitas Sumatera Utara (USU) ini terus berpacu untuk memperbaiki kecepatannya dalam cabang olahraga  atletik di nomor jalan cepat. Pemburuan prestasi terus dilakukan atlet binaan KONI Medan ini dengan fokus latihan di stadion Unimed,  tiga kali dalam seminggu.

Atlet bernama lengkap Atika Lestari Simangunsong sangat termotivasi untuk mereguk prestasi sesuai instruksi pelatih Bulan Sinaga yang telah tiada.

“Saya menjadi atlet jalan cepat tak terlepas dari peran mendiang pelatih Bulan Sinaga. Saat itu, beliau menyarankan untuk nomor jalan cepat karena sangat cocok untuk saya. Pas dilakukan tes jalan cepat ternyata bakat terpendam selama ini dapat disalurkan saat latihan. Apalagi beliau mengatakan saya cepat untuk dapat mengerti teknik berjalan dalam jalan cepat” kenang atlet yang dilahirkan 19 tahun silam ini di stadion Unimed, Rabu (5/12)

Anak dari Bisler Simangunsong dan Saniah Sitepu ini telah membukukan prestasi mendulang perak di nomor jalan cepat putri10.000 m pada Porprovsu 2014 dan meraih emas di nomor jalan cepat putri 5000 m pada ajang Popdasu 2016. Kini anak bungsu dari dua bersaudara ini lolos secara otomatis ke Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang akan dihelat, tahun depan.

“Saat tanding pertama kali di Popdasu 2014 saya dapat perak di nomor jalan cepat putri 5000 m. Sejak itu saya jadi atlet dengan nomor spesialisasi jalan cepat”ungkap pengidola ratu jalan cepat Indonesia Darwati ini.

Perubahan status dari pelajar menjadi mahasiswi tak membuat kendor semangat atlet yang dilahirkan di Medan ini  menggeluti jalan cepat dengan tetap berlatih pagi sore sebagai persiapan dan mematangkan diri untuk unjuk gigi menjadi yang terbaik dari atlet daerah di arena Porprovsu yang sudah diambang pintu.

Soal metode latihan, cewek yang akrab disapa Tika ini  tak kesulitan. Dirinya mengombinasikan teknik jalan cepat yang memang sudah jadi makanan sehari-harinya dengan pengalaman yang dimiliki. Apalgi atlet berdarah Batak ini fokus mengasah kemampuan untuk tampil pada ajang pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali tingkat Sumut.

Lebih lanjut ia menuturkan Olahraga jalan cepat dilakukan dengan melangkahkan kaki ke arah depan agar dapat bersentuhan terus menerus dengan tanah dan gerakannya terpelihara serta tidak terputus putus. Perlombaan jalan cepat diawali dari daerah start dan berakhir diarea finish. Maka dari itu terdapat teknik olahraga atletik jalan cepat yang meliputi teknik start, teknik berjalan cepat serta teknik ketika berjalan ke finish.

“Tehknik jalan cepat harus kuasai serta fisik dan dapat mengatur pernafasan saat lomba. Hal tetap saya lakukan saat latihan agar impian menuju Porwil di Bengkulu tahun depan dapat terwujud”, pungkas atlet yang dilahirkan di Medan ini.(bayu)

 

Komentar

News Feed