oleh

BLT DD Tg Jati Dipotong

Inimedan.com – Langkat

Kita pantas heran, kenapa ada pemotongan Dana Bantuan Langsung Tunai untuk warga miskin dan kurang mampu yang terdampak Covid-19 yang diambil dari Dana Desa (BLT DD), seperti yang terjadi di Desa Tg.  Jati,  Kecamatan Binjai,  Kabupaten Langkat, baru-baru ini.

Kebenaran itu  disampaikan korban, Sainah (65) kepada Inimedan.com saat dikonfirmasi satu hari menjelang lebaran, di rumahnya,  Sabtu (23/5).

Katanya,  dia diberitahu Kepala Dusun agar datang ke kantor desa untuk mengambil dana BLT DD.  Ada banyak warga yang datang dan Sainah pun disuruh menunggu,  karena dia diberi giliran yang terakhir.

Begitu yang lain selesai,  dia pun dipanggil.  Namun,  pada saat yang bersamaan ada Arsinah. Dia mengaku dipanggil kepala desa agar datang mengambil dana BLT DD,  sama seperti Sainah.

” Apkah benar dia juga mendapat bantuan,  nenek tidak tahu,  tapi pengakuannya ya seperti itu.  Lalu nenek pun ditawari surat pernyataan agar ditandatangani. Namun yabg mengejutkan,  isinya  bantuan untuk nenek akan dibagi dua dengan Arsinah dan nenek pun diminta agar tidak keberatan dan menerima,” ujarnya.

Yang jadi pertanyaan,  kenapa bantuan BLT DD untuk nek Nek Sainah dipotong ?  Nek Sainah tidak tahu dan dia pun hanya bengong dan menerima.

” Ya,  nenek kan sudah tua.  Jadi,  ya hanya bisa bengong dan menerima, tapi kata mereka karena nama kami sama.  Lho,  sama dari mana.  Saenah sama Arsinah kok sama  ?, ” ujarnya lagi sambil balik bertanya dan tersenyum masam.

Nah, karena yang lain tidak dipotong,  Sainah pun mengadukan hal itu kepada anak dan tetangganya, sehingga cerita pemotongan itu pun ramai diperbincangkan, bahkan viral di media sosial.

” Ya,  ini dia surat yang nenek tandatangani itu, ” ujar Sainah lagi sambil menunjukkan surat pernyataan yang ditandatanganinya itu.

Lucunya,  setelah viral di media sosial,  uang potongan itu pun dikembalikan.  Jadi,  nek Sainah kembali utuh menerima bantuan sebesar Rp.600 ribu dari DD Tg.  Jati.

” Itulah,  orang tua pun mereka perlakukan seperti.  Apa dasarnya,  kita pun tidak tahu.  Yang jelas,  kami kecewa dan keberatan, kenapa Kepala Desa Tg.  Jati melakukan hal seperti itu, ” ujar tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Desa Tg.  Jati,  Hartoyo.

Ironisnya,  Kepala Desa Tg. Jati,  Aslinda Nasution saat dikonfirmasi mencoba untuk mengelak. Ya,  bukannya menjawab pertanyaan andalas,  tapi dia justru balik bertanya.   “Mana ada dipotong,  bang.  Apakah abang sudah konfirmasi dengan yang bersangkutan, ” ujarnya.

Lebih lanjut,  dia pun kembali bertanya,  apakah abang sudah konfirmasi dengan Kadusnya? Coba tanya kadusnya, bang,  biar tahu seperti apa ceritanya. Kalau abang mau jelas, ngomong saja langsung sama yang bersangkutan dan dengan kadusnya.   “Saya  gak ada kepentingan khusus untuk itu ya,  bang, ” ujarnya.

Sementara Kadus XV,  ketika dikonfirmasi menegaskan,  yang tahu siapa warga yang layak dan pantas untuk mendapat bantuan, ya Kadus. Nah,  nek Sainah memang Kadus yang memanggil dan menyuruhnya datang ke kantor desa.

Sementara Arsinah,  dia tidak tahu siapa yang menyuruhnya datang.  Mungkin Kepala desa.

Nah,  yang jadi masalah ternyata Arsinah tidak terdaftar sebagai penerima bantuan BLT DD.   Namun,  dia sudah terlanjur datang.

” Siapa yang menyuruhnya datang ya saya tidak tahu.  Namun,  pada akhirnya bantuan untuk nek Sainah dibagi dua dengan Arsinah. Yah,  itulah yang terjadi,  bang.  Yang lain-lain saya tidak tahu,” ujarnya saat dikonfirmasi pas di hari lebaran,  Minggu (24/5) yang lalu.   (BD)

 

 

 

Komentar

News Feed