oleh

DBD Serang Warga T.Karo

Merek, Inimedan.com.
Demam berdarah (DBD) menyerang kawasan daerah tujuan wisata (DTW) desa Tongging, Kecamatan Merek, Tanah Karo. Sudah dua anak meninggal dan 25 orang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kabanjahe dan Berastagi.
Dua anak yang telah meninggal, masing-masing : Bintang Munte (6 thn) putra Ediaman Munte- Nai Nikson Br Naibaho dan Anggreini Br Sialoho, siswi Kelas VI putri Pandapotan Sialoho-Br Sagala, keduanya warga desa Tongging.
Hal ini dijelaskan Camat Merek, Tomy Herico Sidabutar, AP dan Kepala Desa Tongging, Jonson Simarmata, di Merek.
Meninggalnya dua anak warga desa Tongging awal Mei dan pertengahan Mei 2017 akibat serangan DBD, ditambah sampai saat ini sebanyak 25 warga desa diserang demam tinggi dan menurut keterangan dokter Puskesmas bahwa warga tersebut diserang DBD membuat warga Merek, khususnya warga desa Tongging resah.
Beberapa hari terakhir ini sejak kejadian meninggalnya 2 anak tersebut tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Lingkungan (P2PL ) Dinas Kesehatan Karo terus melakukan fogging di rumah-rumah warga dan lingkungan desa Tongging dipimpin PLh P2PL Kaban Kemit.
“Mengantisipasi korban jiwa atau hal-hal yang tidak diinginkan kembali terjadi, selain fogging, membersihkan lingkungan desa digalakkan bersama unsur TNI-Polri dan warga. Pak Danramil dan Pak Kapolsek bersama anggota serta didukung masyarakat hadir ke desa Tongging.
Apalagi desa Tongging merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Tanah Karo yang perlu dijaga kebersihan dan keindahannya,” ujar Camat didampingi Kaban Kemit dan Kapos Pol Merek, AIPTU T Tarigan mengakhiri. [im-01]

Komentar

News Feed