oleh

Dinkes Medan Harus Lokalisir Penyebaran Virus Flu Singapura

Inimedan.com-Medan.

 Dinas Kesehatan Kota Medan diharapkan segera turun ke lapangan untuk melihat penyebaran virus flu Singapura yang mulai merebak di Kota Medan. Dinas harus dapat melakukan pemetaan dan pencegahan terhadap daerah yang sudah diserang virus tersebut.

“Dinas Kesehatan Kota Medan harus segera turun ke lapangan dan memberikan penangkal (kekebalan tubuh) terhadap virus tersebut kepada masyarakat Kota Medan,” ungkap anggota Komisi II DPRD Medan, Rajudin Sagala saat ditemui wartawan usai mengikuti Rapat Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Walikota Medan terhadap APBD Kota Medan tahun 2018 di ruang Banggar DPRD Medan, Rabu (10/7) kemarin.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Medan juga perlu melakukan sosialisasi ke masyarakat agar bila melihat gejala virus tersebut dilingkungannya, untuk melaporkan ke pihak terkait. Hal itu penting untuk mencegah penyebaran virus tersebut ke masyarakat lainnya.

“Dinas Kesehatan juta harus aktif melihat tanda-tanda yang ada di masyarakat. Bila ditemukan gejalanya, segera berikan tindakan medis. Lakukan lokalisir agar virus tersebut tidak sampai meluas,” tambahnya. 

Diketahui, kasus flu Singapura mulai menyebar di Medan. Beberapa kecamatan, kabar ada sejumlah anak yang terjangkit virus ini. Namun, Dinas Kesehatan Kota Medan belum mendapat pengaduan tersebut. 

Salah seorang warga Medan Johor, Yoyo mengaku, salah seorang anaknya terkena flu singapura dan masih dalam perawatan hingga hari ini. Semula, kata Yoyo, tiga anaknya terkena demam. Namun setelah diperiksa ke dokter, yang dua demam biasa, sementara yang seorang lagi, ternyata terkena flu singapura, atau dikenal juga sebagai penyakit kaki, tangan, dan mulut.

Seorang warga Medan Johor lainnya, Firdaus menyebutkan, dua anaknya terkena flu singapura sekitar dua pekan lalu. Awalnya, anak perempuannya yang terkena, kemudian menular ke abangnya.

“Kami sangka demam biasa, ternyata flu singapura,” ucap Firdaus sembari menambahkan, anak seorang kerabatnya di Medan Tembung juga menderita penyakit serupa. (di)

Komentar

News Feed