oleh

Fauzan Incar Prestasi Internasional 

Inimedan.com-Medan

Atlet panahan kota Medan bernama lengkap Ahmad Fauzan Sinuhaji telah membukukan dua keping emas untuk kontingan kecamatan Medan Timur. Hasil yang diraih merupakan modal bagi dirinya untuk mengincar prestasi internasional yang akan dilakoni pada ajang Grand Indonesian Open Archery Championship, di Bali pada tanggal 9 Desember hingga15 Desember 2018, mendatang.
Atlet yang dilahirkan di Medan ini membuat debutan sebagai hattrik pada cabor panahan pada ajang PORKOT Medan X/2018. Atlet yang disapa akrab Fauzan ini menyabet dua medali emas pada nomor panahan SD kategori Kualifikasi dan panhan SD kategori Eliminasi/NOR. Prestasi ini juga diraihnya pada ajang yang sama pada tahun 2016 dan 2017.
Selain itu, atlet yang dilahirkan 12 tahun ini pada tahun 2018 telah mencatat prestasi antara lain medali emas Batam Open Archery Championship  Ketegori Kualifikasi U-11, medali perunggu Batam Open Archery Championship Ketegori Eliminasu U-11, medali perunggu Batam Open Archery Championship Ketegori Mix Team U-11, medali emas Deli Serdang Open 2018 kategori SD, medali perunggu Piala Kajari Tebing Tinggi Kategori SD, medali emas Plantation Open Archery Championship 2018 Kategori SD U-11, medali perunggu Plantation Open Archery Championship 2018 Kategori SD U-11, medali oerunggu Plantation Open Archery Championship 2018 kategori SMP dan medali perak Pangkosek Open 2018.
Anak sulung dari dua bersaudara ini usai melakoni PORKOT fokus latihan untuk menghadapi kejuaraan panahan di Bali. Even beraraf internasional ini bakalan jadi evaluasi untuk mendapat tiket POPNAS Papua tahun 2019 mendatang.
Anak dari Yose Andre Sinuhaji dan Nunung Nuraningsih ini terus menggenjot latihan pada Sabtu dan Minggu di Lembaga Pendidikan Perkebunan Kampus Medan/STIP-APJalan Willem Iskandar Medan.
Pelajar Kelas VI B SDN 060870 Medan ini berambisi untuk menjadi bagian dari kontingen Sumut di pesta olahraga antar pelajar nasional yang digelar dua tahun sekali.
Fauzan sangat berharap bisa diikutkan untuk ambil bagian di Popnas di Papua. Untuk itu Fauzan sangat berharap dukungan dari Koni Medan , Khususnya dan Koni Sumut umumnya serta Pengprov Perpani Sumut.
“Saya memang berambisi untuk berlaga di POPNAS untuk uji prestasi dengan pelajar di Indonesia dan mewujudkan prestasi,” ujar pemanah dari Planters Archery Club Medan ini, Selasa (4/12).
Ia menjelaskan perhelatan Grand Indonesian Open Archery Championship 2018 di Bali yang memiliki skala pertandingan Nasional dan Internasional ini merupakan salah satu wujud persiapan  untuk mengikuti Popnas 2019 di Papua.
“Untuk meraih prestasi dalam cabor panahan yang merupakan olahraga  yang membutuhkan latihan fokus, kesabaran dan juga melatih konsentrasi. Pedoman inilah yang menjadi dasar pemanah untuk membudik sasaran yang tepat untuk mendapat nilai yang baik” pungkasnya.(bayu)

Komentar

News Feed