oleh

Harga Pupuk dan Pestisida Meroket, Petani di Taput Mulai Pening

inimedan. com_Tarutung-Sumut.
Di tengah krisis ekonomi saat ini akibat dampak pandemi Covid-19, hampir setiap petani berjibaku menggarap lahan sawah ladangnya dengan harapan bisa meminimalisir keterpurukan ekonomi rumah tangga.

Selain bertanam jagung, sayuran, tomat, banyak petani fokus penuh semangat bertanam cabai khususnya jenis cabai merah. Karena pengalaman tahun-tahun lalu, konoditi pedas ini selalu trending, membuat petani bersemangat.

Tetapi tahun ini, harga cabai merah tak menentu di Taput, tak sesuai harapan, ujar R. Silitonga seorang petani cabai di Desa Hutabarat Tarutung, Rabu(1/12). Namun ia menganggap bertanam cabai itu ibaratnya main judi. Bisa kalah atau menang saat lagi hoki. Tahun 2015-2016, disebut sebagai tahun keberuntungan, karena harga cabai merah sempat melejit di kisaran Rp 60.000 sampai Rp 80.000 per kilo.
HARGA PUPUK MEROKET

Tahun 2021 ini, petani cabai merasa kurang beruntung meskipun belum rugi besar. Harga cabai merah tertinggi hanya sempat beberapa ronde di kisaran Rp 37.000,lalu merosot deras ke kisaran Rp 30.000, dan Rp 20.000 an, bahkan Rp 10.000.Pada ujung tahun ini harga anjlok lagi jadi Rp 15.000 akhir  November barusan.

” Sebenarnya dengan harga Rp 15.000 masih lumayan, kalau harga pupuk dan pestisida masih stabil. Tetapi harga pupuk malah terus naik, begitu juga racun hama, tentu saja tak seimbang, ” keluh M. Br Hutabarat, seorang ibu yang sudah bertanam cabai beberapa kali.

Kontributor inimedan. com di Tapanuli Utara, Rabu (1/12), mengecek sejauh mana pergerakan kenaikan harga pupuk dan pestisida di pasaran.

Toko Sibarani di Jalan Diponegoro Tarutung sebagai toko penjual pupuk terbesar di daerah ini,mengakui kenaikan harga pupuk saat ini memang rata-rata naik 100 persen. ” Wajar kalau petani saat ini mulai pusing, sementara harga jual hasil tani seperti cabai anjlok, ” katanya saat ditanya inimedan. com.

Sebagai perbandingan, disebutkan harga beberapa jenis pupuk yang harganya meroket. Pupuk NPK yang harganya Rp 475 ribu per zak, dalam sebulan terakhir sudah menjadi Rp 675 ribu. Pupuk Urea yang biasa Rp 6.000 per kilo, sekarang jadi Rp 12.000. Pupuk ZA tadinya Rp 170 ribu per zak kini sudah Rp 380 ribu. Begitu juga jenis pupuk berlabel Cantik dari Rp 280 ribu kini sudah Rp 530 ribu per zak, dan Yaramila dari Rp 530 ribu bulan lalu, kini sudah menjadi Rp 775 ribu.

Kenaikan harga juga berlaku untuk berbagai jenis pestisida. Misalnya racun rumput merk Sapu Bersih yang biasanya Rp 65 ribu per kemasan kini dijual Rp 95 ribu, jenis Roundup yang awalnya di kisaran Rp 80 ribu-Rp 90 ribu, sekarang Rp 110 ribu.

“Pokoknya rata-rata semua naik drastis. Kita prihatin juga melihat petani kalau harga hasil tani seperti cabai atau tomat terlalu rendah, tak seimbang dengan kenaikan harga pupuk tambah ongkos pengolahan, ” imbuhnya.
Kendati demikian menurut pengamatan kontributor media ini, petani cabai di berbagai kecamatan di Taput masih banyak yang berniat menguji nasib tahun depan bercocok tanam cabai merah atau rawit. *leonardo tsm#

Komentar

News Feed