oleh

Herri Zulkarnain : Lindswell Kwok Sumbang Dua Emas

Inimedan.com 

Insan olahraga yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Drs. Herri Zulkarnain Hutajulu, SH.MSi berterimakasih kepada pahlawan olahraga asal Medan, Sumatera Utara.

Pasalnya, Lindswell yang bergelar ratu wushu tersebut telah mengharumkan bangsa dan negara di pagelaran Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia yang juga sebagai tuan rumah Asian Games tahun ini.

“Lindswell telah memberi poin penting bagi Indonesia, dua emas disumbangkannya untuk ibu pertiwi di saat Indonesia sedang dalam suasana HUT Kemerdekaan RI.  Satu orang anak Medan sumbang dua emas untuk Indonesia di ajang bergengsi Asian Games,” kata Herri kepada wartawan, Rabu (22/8).

Wanita 26 tahun ini mendapatkan kemenangannya melalui dua nomor yakni Taijiquan dan Taijijian putri. Dengan raihan tersebut, target KONI Medan 2 emas di Asian Games sudah tercapai dan diharapkan target itu bisa lebih. Sebelumnya, Ketua KONI Medan Drs. Eddy H. Sibarani mengatakan, Medan menargetkan 2 emas di Asian Games.

Medan memberi kontribusi 16 orang atlet di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Cabang olahraga yang diikuti Medan kata Sibarani adalah wushu, karate, bowling, polo air dan hoki. Karena cabang-cabang olahraga inilah yang paling populer dan andalan di Sumut, khususnya Kota Medan.

“Khususnya wushu, prestasi Indonesia sudah terkenal sampai mancanegara, atletnya banyak dari Sumut, khsusnya Medan,” terang Eddy Sibarani.

Lebih lanjut Herri Zulkarnain berpesan kepada atlet-atlet Medan dari cabang olahraga lainnya agar berjuang sekuat tenaga meraih prestasi tertinggi di Asian Games.

“Marilah kita berlomba-lomba memberi prestasi untuk negara, kibarkan bendera merah putih lewat prestasinya di hadapan bangsa-bangsa lain agar Indonesia makin berwibawa,” tuturnya.

Selain itu, Herri juga berharap kepada Pemerintah lebih memperhatikan masa depan para atlet berprestasi. Pemberian bonus uang itu sah-sah saja, tapi yang penting adalah masa depan mereka sampai akhir tua.

“Berilah mereka pekerjaan yang permanen, agar setelah mereka tidak atlet lagi, mereka tidak terlantar,” pungkasnya.(Sugandhi S)

 

 

Komentar

News Feed