oleh

Jalan Ditutup oleh PT STTC, Warga Akan Lapor ke DPRD

Inimedan.com-Belawan.

Dampak dari penutupan akses jalan oleh PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC), akhirnya mendapat respon dari anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan.

Sekretaris Komisi D DPRD Sumut itu menegaskan, bahwa jika ada masyarakat yang merasa dirugikan atau haknya dikangkangi, diminta agar melaporkan persoalan yang terjadi kepada lembaga legislatif di DPRD Sumut.

Mengenai penutupan Jalan di Simpang Buaya, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, sebagai akses ke tambak warga yang dilakukan oleh pihak PT. STTC, secara terang benderang dapat dilihat permasalahan sebenarnya.

“Silahkan lapor, apalagi lahan itu masih bersengketa hingga adanya penangkapan terhadap warga oleh polisi, makanya kita minta kepada masyarakat untuk melaporkannya ke Komisi D untuk dilakukan dengar rapat pendapat,” ungkap Sutrisno, Jumat (25/1).

Menanggapi itu, Kuasa Hukum dari masyarakat, Husein Hutagalung SH, mengucapkan terima kasih kepada wakil rakyat yang sudah memberikan solusi agar masyarakat melapor ke DPRD. Pihaknya, akan berkordinasi dengan warga untuk membahas masalah tersebut.

”Kita akan coba tanyakan sama warga, karena mereka yang dirugikan, kalau memang masyarakat mau, maka akan dilaporkan ke DPRD,” kata Husein.

Kembali dijelaskan Husein, pihaknya juga telah melakukan prapid terkait penangkapan dan penahanan dua orang warga, Hasudungan dan Syahrial, bahkan disebutkan, ternyata pihak Polres Pelabuhan Belawan tidak menghadiri sidang yang digelar di PN Medan.

”Kemarin sudah sidang, tapi dari polisi tidak datang. Sidang akan dilanjutkan pada sidang selanjutnya, jadi, kita tunggu hasil dari pengadilan,” beber Husein.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico membenarkan pihaknya tidak hadir pada sidang prapid yang berlangsung di PN Medan. “Kita memang tidak hadir, yang jelas kita siap pertanggungjawabkan prapid yang dilaporkan. Itu hak masyarakat sebagai warga negara, pastinya kita tunggu aja hasilnya nanti,” terang Jerico.

Seperti diketahui, masyarakat kesulitan menuju ke tambak mereka, karena tanah pihak PT  STTC melakukan pemagaran tembok akses jalan masuk menuju tambak masyarakat, kesal, akhirnya masyarakat pun membongkar paksa tembok pagar, namun pembongkaran tembok yang dilakukan warga berbuntut panjang,  Polres Pelabuhan Belawan mengamankan 2 orang dari masyarakat.

Selain itu, di pintu masuk pihak PT STTC juga telah menyiagakan penjaga keamanan untuk menjaga pintu gerbang yang sudah diportal sebagai akses jalan masuk dan keluar ketambak millik warga. (TP)

Komentar

News Feed