oleh

Jual Sabu Kepada Petugas, Seorang Pria Ditangkap Polres Tanjung Balai

Inimedan.com-Tanjung Balai
Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai amankan seorang laki-laki pengedar Narkotika jenis Sabu, di Jalan R Suprapto No 11, Kelurahan Matahalasan, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai, Senin (11/01/2021), sekira pukul 13.30 wib.
Foto: Tersangka diapit personel Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai
Dari tersangka M Radiatul Akmal alias Akmal (22) Pelajar, Jalan Kurma, No 2, Lingkungan I, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, disita barang bukti yakni, 1 (satu) bungkus  plastik klip transparan berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 10,20 (sepuluh koma dua puluh) Gram, selembar potongan plastik asoi warna hitam, sepotong potongan kertas warna putih, satu unit sepeda motor merk Honda Genio BK 3917 QAJ.
Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (12/01/2021), menjelaskan,  tersangka diamankan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang layak dipercaya yang menyebutkan, ada seorang laki-laki dengan ciri-ciri yang sudah di informasikan hendak menjual Narkotika jenis Sabu.
Atas informasi tersebut  team Opsnal unit II Sat Res Narkoba yang dipimpin Aiptu NB Harianja  melakukan penyelidikan.
Kemudian petugas   melakukan metode Undercover Buy atau menyamar sebagai pembeli agar tersangka dapat ditangkap dengan mudah, yakni dengan melakukan pemesanan sabu terhadap tersangka dan melakukan transaksi.
Dengan mengendarai sepeda motor,  tersangka datang membawa Narkotika jenis sabu di lokasi yang telah dijanjikan dan akhirnya langsung di lakukan penangkapan dan ditemukan barang bukti diduga Narkotika jenis sabu sebanyak 1(satu) bungkus klip transfaran berada di tangan kanan tersangka.
Kepada petugas tersangka mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah benar miliknya.
Selanjutnya barang bukti dan tersangka di bawa ke Kantor Sat ResNarkoba Polres Tanjung Balai guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Terhadap tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman 6 tahun, paling lama 20 tahun,” pungkas Putu Yudha Prawira(SB).

Komentar

News Feed