oleh

Kadishub Harus Bertanggungjawab Soal Hilangnya Ribuan Buku Speksi

Inimedan.com-Medan.

Kasus hilangnya ribuan buku speksi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, beberapa waktu lalu, semakin hangat diperbincangkan di kalangan DPRD Kota Medan. Kadishub Medan, Renward Parapat, pun diminta harus mempertanggungjawabkan hilangnya buku speksi tersebut.

“Harus tuntas dan jelas penyebab hilangnya ribuan buku speksi itu,” ujar Ketua Komisi D DPRD Medan  Abdul Rani, kepada wartawan via selularnya, Kamis (10/1), menanggapi pemberitaan media massa terkait hilangnya ribuan buku speksi itu.

Menurut Abdul Rani, sangat aneh kalau hingga ribuan buku speksi bisa hilang di Dishub Kota Medan. “Kira akan mencari tahu dan menanyakan ke Dishub Medan penyebab dan bagaimana sebenarnya kejadian sehingga bisa hilang buku tersebut,” ujar politisi PPP itu.

Namun untuk upaya memanggil pihak Dishub dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Abdul Rani menyatakan akan berkoordinasi dengan anggota Komisi D lainnya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi D, Paul Mei Anton Simanjuntak, yang dihubungi wartawan secara terpisah via selularnya. Disebutkannya, kehilangan buku speksi itu harus dipertanggungjawabkan karena ada kemungkinan terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor itu.

“Dengan hilangnya ribuan buku speksi tersebut, Pemko Medan kehilangan PAD yang cukup besar. Kasus itu harusnya diusut tuntas dan para pelaku harus ditangkap. Jangan hanya disebut-sebut hilang, namun tidak ada tindaklanjut dalam kasus hilangnya dokumen tersebut,” sebut politisi PDI Perjuangan itu.

Ia mendesak polisi harus menyelidiki kasus itu, karena menurut Kadishub Medan, Renward Parapat, kasus itu sudah diadukan ke Polsek Sunggal pada tahun 2018 lalu. Polisi diminta bergerak cepat untuk mengungkap siapa sebenarnya pelakunya,” ujarnya lagi.

Terpisah, Kapolsek Sunggal Kompol Yassir Ahmadi, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/1), mengatakan laporan tersebut belum ia terima sejak memimpin di Polsek Sunggal. Namun demikian, ia mengatakan akan mengecek kembali terkait laporan itu.

“Waktu zaman Kapolsek sebelum saya itu, gak tau saya faktanya itu, coba saya saya tengok dulu ya,” ujarnya. (di)

 

Komentar

News Feed