oleh

La Nyalla: Menginjak Kehormatan RI

Inimedan.com-Jakarta.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), La Nyalla Mahmud Mattalitti menyoroti viralnya parodi lagu Indonesia Raya. Menurut dia, pemerintah RI mesti mengambil langkah tegas merespons persoalan ini.

La Nyalla Mahmud Mattalitti

“Saya sangat mengecam video yang memparodikan lagu kebangsaan Indonesia. Sebagai anak bangsa, saya pribadi merasa sangat tersinggung pada unggahan video parodi lagu Indonesia Raya itu,” kata La Nyalla, dalam keterangannya, yang dikutip Selasa, 29 Desember 2020.

Menurutnya, lirik lagu parodi di video itu berisi penghinaan kepada Indonesia. Pun, menghina Presiden Joko Widodo dan proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno.

Sesuai yang dikutip dari media viva.co.id, “Penghinaan yang ditunjukkan dalam video parodi itu telah menginjak-injak kehormatan Republik Indonesia. Pelaku juga telah menghina simbol-simbol negara kita,” tutur eks ketua PSSI tersebut.

Dia meminta agar Polri berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia dalam mengusut terduga pelaku. “Saya protes keras dan meminta pihak-pihak terkait segera mencari dan menangkap pelaku karena ini menyangkut kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Senator asal Jawa Timur itu juga meminta pemerintah RI mengirimkan nota keberatan kepada pihak Malaysia. Ia bilang, otoritas Malaysia juga harus melakukan penyelidikan terhadap parodi lagu Indonesia Raya mengingat pelaku membawa atribut negeri jiran.

“Pemerintah Malaysia tidak bisa tinggal diam, harus ikut menyelidiki siapa pelaku yang melakukan penghinaan kepada Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan, tindakan provokatif seperti itu bisa mengancam hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia. Maka itu, kedua negara harus bekerja sama untuk mengusutnya.

“Jika dibiarkan, masalah ini bisa mengancam hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Tentunya ini akan berdampak pada urusan diplomatik di ASEAN,” kata La Nyalla.

Ia pun mengapresiasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur yang segera berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk menelusuri dan memburu pelaku pembuat konten tersebut. Kedubes Malaysia di Indonesia juga sudah menyatakan akan menindak apabila pelaku merupakan warganya.

“Perbuatan pelaku sangat keterlaluan karena sengaja melakukan provokasi. Saya meminta kepada Malaysia untuk memberi hukuman tegas apabila pelaku memang merupakan warga Malaysia,” katanya.

Sebelumnya, viral video parodi itu yang awalnya diunggah salah satu akun YouTube yang berlogo bendera Malaysia. Dalam video tersebut memperlihatkan lambang Garuda Pancasila dipelesetkan jadi ayam dengan latar warna seperti bendera Indonesia, merah putih.

Tak hanya itu, video parodi juga menampilkan animasi dua anak yang terlihat sedang buang air kecil. Aransemen lagu hampir sama dengan lagu Indonesia Raya, namun liriknya diubah. [vv]

 

Komentar

News Feed