oleh

Mantan Koruptor Nyaleg, Tergantung Parpol dan Masyarakat

Inimedan.com-Medan

”MA sudah memutuskan mantan napi koruptor, narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak boleh nyaleg. Semua ini tergantung partai politik dan masyarakat, apakah masih menetapkan jadi caleg dan masyarakat memilihnya.”

Hal itu dikatakan Ketua Komisi A DPRD Medan Andi Lumban Gaol SH kepada wartawan, menanggapi putusan MA yang membolehkan penjahat luarbiasa menjadi caleg (nyaleg), Kamis 20 September 2018 via selulernya.

Dikatakannya, ada juga parpol yang mendukung putusan MA, sehingga mantan napi koruptor dan kejahatan narkoba dan seksual terhadap anak tetap diikutkan sebagai calon legislatif (calek), ada pula parpol yang mencoret untuk dicalonkan.

“Semua itu dikembalikan kepada masyarakat yang memberi amanah. Apakah masyarak alergi kepada tiga jenis penjahat luarbiasa itu, atau sebaliknya justru memberi pengampunan dan kesempatan bertobat sehingga dipilih untuk duduk menjadi anggota legislatif,” terang Andi Lumban Gaol SH.

Menurut politisi PKPI ini, keputusan MA sudah tepat, hak memilih dan dipilih setiap warga negara harus diberikan. Apalagi pengadilan tidak mencabut hak politik mantan napi. Selanjutnya keputusan tertinggi untuk caleg adalah partai politik (parpol) dan masyarakat. (Sugandhi S)

Komentar

News Feed