oleh

PD Pasar Harus Proaktif Soal Pasar Marelan

Inimedan.com

PD Pasar selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Medan diminta harus mampu berperan melindungi dan membina pedagang tradisional. Jangan seperti di Pasar Marelan, PD Pasar mandul membina pedagang sehingga Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) yang berkuasa mengobok-obok para pedagang hingga resah.

“Sesuai Permen, PD Pasar lah yang menata dan mengelola pasar. Bukan P3TM yang berkuasa mengatur segalanya. Sehingga  sebahagian pedagang tidak terakomodir. Ada apa PD Pasar tidak berkutik atau mandul,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan Mulia Asri Rambe kepada wartawan, Selasa (21/8).

Parahnya lagi, pedagang dipaksa P3TM membayar harga kios di luar ketentuan yang ditetapkan Pemko Medan. Namun, PD Pasar tidak sanggup mengamankan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Kota Medan Nomor 511.3/25/79 perihal penetapan harga kios dan stand meja di Pasar Marelan.

Pedagang dibebankan harga kios mulai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta dan jelas melanggar ketentuan yang ditetapkan Pemko.

“Inikan sudah menyalah, tapi PD Pasar kok diam,” ujar Politisi Golkar itu lagi.

Untuk itu, Rambe minta PD Pasar melindungi pedagang serta memberi ketenangan di Pasar Marelan. Sedangkan pertemuan membicarakan keluhan pedagang akan digelar Selasa (28/8) mendatang di ruang komisi C DPRD Medan.

Mulia yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Medan Marelan itu mengaku siap menjamin kenyamanan pedagang di Pasar Marelan. “Kasihan pedagang kecil dibebankan kios mahal. Karena tidak sanggup lantas diintimidasi,” ujar pria yang juga merupakan Ketua AMPI Kota Medan itu. (Sugandhi S)

 

 

Komentar

News Feed