oleh

Pelaku Pembunuh Wartawan Ditangkap

Inimedan.com – Pematang Siantar

Ket.Photo : Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB sedang memberikan keterangan Pers.

Pengusaha Cafee berinisial S, (57), Warga Jl. Seram, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara yang diduga memerintahkan dua pekerja Cafeenya melakukan penembakan terhadap jurnalis Lesser News Today Mara Salem Harahap alias Marsal sebagai pelajaran terhadap korban.

“Penembakan terhadap Mara Salem Harahap karena pengusaha Cafee sakit hati,” sebut Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanuddin, Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, PJU Poldasu dan lainnya saat konferensi pers di Mapolres, Jalan Jend. Sudirman Kota Pematangsiantar, Kamis (24/6) petang.

Menurut Kapoldasu, S merasa sakit hati terhadap Mara Salem Harahap. Pasalnya, Mara Salem Harahap selalu memberitakan maraknya peredaran Narkoba di Cafee yang dikelolanya dan meminta jatah Rp12 juta per bulan dan Pil Ekstasi dua butir seharga harga Rp100 Ribu/butir setiap hari.

Namun S menolak dan memerintahkan YFP, (31), selaku Humas Cafeenya, Warga Jalan Melati, Perum Senayan Indah, KelurahanTanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba serta AS, pengawas Cafee, yang disebut Kapolda seorang oknum TNI untuk melakukan penembakan.

Kemudian S memberikan uang sebanyak dua kali kepada AS yakni Rp15 juta dan Rp 10 juta untuk membeli senjata api.
Perintah S segera ditindaklanjuti YFP dan AS dengan cara meminjam sepedamotor teman dan memantau keberadaan Mara Salem Harahap dengan cara mendatangi rumahnya di Dusun VII, Desa Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun.

Ternyata, Mara Salem Harahap saat itu sedang minum di salah satu kedai/warung tuak di Kota Pematangsiantar. Usai minum tuak, korban akhirnya pulang ke rumahnya. Ditengah jalan menuju ke rumah, YFP dan AS berpapasan dengan mobil yang dikemudikan Mara Salem Harahap.

Melihat keberadaan mobil Mara Salem Harahap, lalu YFP dan AS berbalik arah dan mengejarnya. Saat berpapasan dengan mobil Mara Salem Harahap, tiba – tiba AS melepaskan tembakan dan mengenai paha sebelah kiri.

Masih menurut Kapoldasu, senjata api yang digunakan untuk menembak merupakan senjata api jenis buatan Amerika Serikat dan tembakan langsung mengenai tulang paha.

Akibat tembakan tersebut tulang paha patah dan peluru pecah tiga di dalam paha dan melukai pembuluh darah, Mara Salem Harahap mengalami pendarahan yang cukup banyak, akhirnya meninggal dunia kehabisan darah.

“Tiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan ancaman hukuman sesuai dengan Pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup dan Pasal 338 KUH Pidana tentang tindak pidana pembunuhan,” ujar Kapoldasu.

Menurut Kapoldasu, berbagai barang bukti sudah disita seperti senjata api, peluru, sepedamotor yang digunakan YFP  AS dan barang bukti lainnya.
Kapoldasu juga mewawancarai YFP dan S saat itu. YFP mengaku hanya mengemudikan sepedamotor, sedang S mengaku sakit hati dan memohon maaf atas perbuatannya serta menyatakan bertanggungjawab secara hukum atas perbuatannya. (TP).

Komentar

News Feed