oleh

Polisi Keker Gudang Pengolah Limbah B3 Milik BP Ilegal di Pasar 9 Lahan Garapan

Inimedan.com-Belawan.

Gudang Pengolahan limbah B3 Ilegal yang bersumber dari oli bekas di lahan garapan tepatnya di jalan Veteran Pasar 9, Pipa Gas milik HGU PTPN 2 Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, kini dikeker Polres Pelabuhan Belawan.

Disebutkan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Belawan telah melakukan pemanggilan kepada pemilik/pengelola gudang yang disebut-sebut berinisial BP.

“Sudah kami lakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan dan kita minta perijinannya dari dinas terkait”, ucap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico singkat saat dikonfirmasi Medan Pos melalui pesan Whatsapp yang dikirim melalui ponsel miliknya, Sabtu (22/9)

Semenetara itu, pemerhati lingkungan Abd. Rahmat saat dimintai tanggapannya mengatakan, yang digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya dan beracun  yang sifat dan konsentrasinya baik langsung maupun tidak langsung dapat merusak  atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.

Perijinan yang dimaksud adalah perijinan yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sesuai peraturan yang berlaku, saat ini KLH melakukan proses perijinan untuk pengelolaan limbah B3 (pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan, pemanfaatan, penimbunan dan dumping limbah B3) dan pembuangan limbah.

“Secara umum dokument yang harus dimiliki oleh mereka yang melakukan pengumpulan dan pengelolaan limbah B3 diantaranya, memiliki dokument amdal, akte pendirian perusahaan, ijin lokasi (siup, imb), ijin gangguan (ho), tenagan yang terdidik dibidang analisa limbah b3, jenis limbah yang dikelolah, perlengkapan sistem tanggap darurat dan tata letak saluran drainase untuk pengumpulan limbah b3”, ucapnya.

Sambungnya, bukan rahasia umum untuk Belawan sekitarnya banyak perusahaan-perushaan pengasil limbah b3 yang bersumber dari oli bekas yang seenak perutnya melepas limbah mereka kepada pihak lain, sebab limbah yang dihasilkan mereka itu dibayar oleh pihak pengumpul limbah.

“Ini merupakan bukti lemahnya pengawasan dari dinas terkait, hingga gampangnya dikawasan Belawan ini armada limbah yang tak layak dan tak berijin melintas membawa limbah itu dari perusahan ke tempat penampungan/gudang ilegal,” tegasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya disebutkan, diduga, selain tidak mengantongi izin beroperasi dari dinas terkait keberadaan pengoplos limbah oli bekas ini juga berpotensi dapat merugikan dunia industri karena disebut-sebut pemilik gudang yang disebut sebut berinisial BP ini, dikabarkan menjual kembali limbah tersebut setelah terlebih dahulu mengolah limbah tersebut didalam gudang yang baru dikelolahnya itu.

Sebelumnya berdasarkan keterangan sumber yang layak dipercaya menyebutkan, bahwa BP mampu mengumpulkan limbah oli bekas mencapai 20 ton perbulannya dari industri/perusahaan yang berada dikawasan Sicanang dan Belawan sekitarnya.

“Dulu dia itu ‘maennya’ di gudang dekat kawasan Aloha di jalan KL Yos Sudarso KM, 14,5 disewanya setahun sebesar Rp. 20 juta, tapi sekarang dia membeli lahan di tanah garapan pasar 9 sebanyak puluhan rante dan dibangunya menjadi gudang pengoplos atau pengolahan limbah”, ucap sumber yang minta namanya untuk tidak ditulis.

Sambung sumber, dari hasil usahanya itu dia bisa meraup keuntungan ratusan juta pertahunnya, sebab hasil limbah dari oli bekas yang telah diolahnya itu kembali dijualnya keluar kawasan kota Medan.

“Setiap mengantar pesanan dia menggunakan truk tangki miliknya, tak tertutup kemungkinan dia juga memalsukan DO dan diduga ada kerjasama dengan oknum petugas untuk membeking hingga usahanya ilegalnya itu bisa bertahan bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum, “pungkas sumber.(TP )

 

Komentar

News Feed