oleh

Ronaldy Ambisi Jadi Raja Dansa

Inimedan.com-medan

Iringan musik hip-hop dalam acara penutupan PORKOT Medan X/2018 di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Ujung Medan membuat warga berdecak dan terkagum mengikuti musik ceria tersebut. Pasalnya, atlet dansa kota Medan bernama lengkap Muhamad Ronaldy Pramana menampilkan breakdance dihadapan ribuan penonton diacara tersebut.
Pedansa yang akrab disapa Al ini telah menorehkan prestasi dengan raihan medali emas di Cabor dansa di nomor breakdance untuk kontingen kecamatan Medan Maimun. Prestasi tersebut juga diraih pada PORKOT Medan IX/2017. Raihan prestasi tersebut membuat dirinya bertekat untuk mengincar tiket PON XX di Papua, 2020 mendatang.
Sejak duduk di bangku kelas 3 SMP dirinya menyukai olahraga dansa. Ia memilih untuk serius mendalami olahraga dansa yang dipertandingkan pada kejurnas maupun PON. Berawal ingin mencoba untuk menggeluti dansa untuk mengisi waktu senggang, akhirnya diapun tertarik mengikuti kelas dance sport di kategori breakdance.
“Awalnya sih ingin mencoba dansa gitu, mengisi waktu luang. Saya lihat menarik, ya saya coba. Merasa dansa itu asik jadi saya tekuni sampai sekarang”. ujar pelajar SMK Negeri 3 Medan, Senin (3/12).
Atlet berdomisili Jalan Brigjen Katamso gang Amal Sukaraja Medan ini menuturkan kala waktu senggang, mengisi kegiatan breakdance pada setiap hari Sabtu. Breakdance, ujarnya, tidak jauh dari latihan dasar fisik dansa.
Al  yang hobi ngemil tersebut selama persiapan mengikuti kejuaraan dansa tetap menjaga pola makan agar tidak menambah berat badan serta menjaga tubuh tetap segar dan fit.
Anak keempat dari lima saudara ini menjelaskan cabor dansa ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada PON XVII Kalimantan Timur tahun 2008 silam, namun hanya dalam konteks ekshibisi atau tontonan semata. Di PON XIX Jawa Barat ini, dansa mengukir sejarah, karena Cabang olahraga dansa resmi dipertandingkan pada PON XIX Jawa Barat. Cabang ini gagal dipertandingkan pada PON XVIII Rian 2012 lalu karena mengundang polemik.
Lebih lanjut ia memaparkan perkembangan dansa di nomor breakdance yang merupakan gerakan patah-patah mulai digemari remaja kota Medan untuk unjuk prestasi. Sebenarnya pada tahun 1983 olahraga breakdance sangat digandrungi sangat populer dikalangan para pelajar untuk berkreasi di dunia seni.
Dia menyebutkan sebenarnya masyarakat dapat menilai sendiri bagaimana dansa itu dipertandingkan. Untuk itu diharapkan
Hingga hari akhir pelaksanaan, tidak ada pertentangan di masyarakat. Kami berharap ini menjadi catatan sendiri sehingga pada PON di Papua tetap dipertandingkan.
Ramai penonton Pertandingan dansa PORKOT  selalu penuh disesaki penonton, mulai dari anak sekolah, “suporter”, para penggemar dansa, dan pelaku seni tari.
Kehadiran penonton ini tak lain karena olahraga dansa sebenarnya juga pertunjukan seni.
“Para atlet dansa pada ajang PORKOT tampil prima, bukan hanya dalam gerak tapi juga dari sisi kostum dan tata rias atau layaknya seorang raja dan ratu dansa”. tuturnya.
Ia menjelaskan breakdance mulai menunjukan geliatnya dengan menghasilkan musik yang sedikit berbeda dengan musik-musik pada zaman dulu. Sebuah musik Hip Hop dengan beat yang patah-patah atau biasa disebut dengan break beat yang berjasa dalam menghasilkan musik yang dapat menginspirasi para breaker menciptakan gaya-gaya yang atraktif dan unik.
“Sebagai atlet dansa ke depanya ingin mengukir prestasi lebih baik lagi untuk menobatkan diri jadi raja dansa” pungkas anak dari Jumirin dan Sriwahyuni ini.(bayu)

Komentar

News Feed