oleh

Seputar Penembakan Wartawan, Ketua SMSI Pusat Bakal Temui Kapolri

Inimedan.com-P.Siantar.

Ket.Photo : Rombongan SMSI Sumut sedang memberi penghiburan kepada istri mendiang Marsal.

Tetesan air mata tak terbendung ketika Bonia bercerita tentang kisah hidup almarhum suaminya Mara Salem Harahap yang akrab disapa dengan Marsal. Wartawan yang tewas ditembak orang tak dikenal dalam perjalanan pulang ke rumah pada Jumat (18/6) .

Enam belas tahun Bonia menjalani hidup berumah tangga bersama Marsal. Setelah tiga tahun membina rumah tangga, akhirnya Marsal memilih terjun ke dunia Jurnalistik. Diawali sebagai loper koran hingga memiliki dan mengelola media online.

Hal itu disampaikan Bonia, Minggu (20/6) saat Ketua Serikat Media Siber  Indonesia (SMSI) Sumut Zulfikar Tanjung bersama rombongan, Pengurus SMSI Siantar -Simalungun, Pengurus PWI Kabupaten Simalungun, Pengurus PWI Kota Pematang Siantar dan sejumlah Wartawan datang ke rumah Almarhum di Jalan Tut Wuri, Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Di ruang tamu rumah yang baru mereka tempati itu, Bonia yang ditemani Eka putri sulung mereka menerima kehadiran Pengurus SMSI dan PWI yang merupakan rekan seprofesi dan organisasi suaminya. Marsal terakhir tercatat dan aktif sebagai bendahara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Siantar-Simalungun.

Kerasnya hidup sebagai istri Wartawan telah ia lalui, pun demikian ia mengaku tetap sabar menjalaninya. Mulai dari  tekanan ekonomi hingga teror, rumahnya didatangi banyak orang tak dikenal yang tak diketahui tujuannya ia pernah lewati.

“Kami pernah diselamatkan dari penculikan sekitar tahun 2017 lalu, kawan-kawan dari wartawan yang menyelamatkan” katanya.

Dalam hal pekerjaan, Bonia mengaku kalau mendiang suaminya tak mau melibatkan keluarga terlalu jauh dalam dunia yang ia jalani .

“Kami mulai dari nol, tapi beliau sosok yang pekerja keras. Namun selama menjalani aktivitasnya di luar rumah, Bapak tidak mau menceritakannya di rumah. Jadi saya tidak pernah tahu soal pekerjaannya,” ujar Bonia.

Tangisnya kian pecah, ketika menyampaikan rasa bangganya akan sosok Marsal sebagai suami dan ayah dari kedua putri mereka.

“Saya bangga memiliki suami Marsal. Saya yakin kedua anak ini pun bangga dengan ayah mereka. Terlepas dari semua cerita dan apa pun itu, kami bangga kepadanya” terang Bonia dengan berlinang air mata.

Hal terakhir yang ia rasakan agak lain dari sang suami, ketika mereka dibawa jalan-jalan ke Medan beberapa hari sebelum kejadian itu menimpa suaminya. Saat di Medan, Marsal mengabadikan momen kebersamaan mereka dan mengunggahnya ke media sosial. Hal tersebut katanya tak pernah dilakukan Marsal sebelumnya

“Kami juga terkejut diposting foto keluarga. Karena selama ini tidak pernah, alasan tidak posting foto keluarga karena ingin melindungi keluarga,” kata Bonia.

Kematian suaminya masih misteri, ia pun sangat berharap peristiwa pembunuhan suaminya dapat terungkap. Bonia pun menyampaikan rasa terimakasih kepada para sahabat almarhum dan semua wartawan dan pekerja media yang telah berempati dan peduli terhadap musibah yang mereka alami.

“Sekali lagi saya dan anak-anak almarhum menyampaikan terimakasih kepada seluruh wartawan yang sudah peduli kepada kami. Untuk pelaku, saya tidak akan dendam dan saya tidak akan mengutuki karena saya juga punya anak. Biarlah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Untuk diketahui, Marsal Harahap meninggal dunia pada Jumat (18/6) setelah ditembak OTK dalam mobilnya saat menuju rumah di Karang Anyer, Simalungun. Jenazah Marsal pun telah dikebumikan pada Sabtu (19/6) di Pematangsiantar.

Bonia pun menyampaikan permintaan maaf kepada semua teman dan rekan Marsal, untuk semua kesalahan yang mungkin pernah dilakukan almarhum semasa hidupnya.

“Sekali lagi, kami meminta maaf kepada semua teman-teman ayah yang tidak mungkin tidak ada salah selama hidupnya,” ujar Bonia.

Sebelumnya Ketua SMSI Sumatera Utara Zulfikar Tanjung beserta rombongan mengutarakan akan bertanggung jawab meminta pihak kepolisian agar segera mengungkap dan menangkap pelaku penembakan Marsal.

Rekan – rekan Wartawan di Siantar – Simalungun, Senin (21/6) akan mengadakan aksi unjuk rasa dalam bentuk solideritas untuk meminta pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku pembunuh Marsal, demikian juga Ketua SMSI Pusat bakal bertemu Kapolri besok (Senin 21/6) di Jakarta.

“Bahkan di seluruh Indonesia akan mengadakan aksi unjuk rasa meminta pihak kepolisian agar segera mengungkap dan menangkap pelaku penembakan Marsal,” ungkap Zulfikar Tanjung. (TP)

Komentar

News Feed