oleh

Sidang Kepemilikan 200 Kg Ganja Ditunda

Inimedan.com-Belawan,

Sidang kasus kepemilikan ganja 200 kg dengan terdakwa Suhendra (29) warga Jl.Tanjung Balai Gg.Setia Tirta Desa Sunggal Kanan Deli Serdang terpaksa ditunda Majelis Hakim disebabkan Pledoi yang suyogianya dibacakan penasehat hukum tidak lengkap.

Sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Cabang Labuhan Deli, Kamis (16/5/2019) dengan agenda pembacaan pledoi.Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Labuhan Deli  Berkat Immanuel, SH menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup.

Terdakwa Suhendra, didakwa  memiliki 200 Kg ganja dan dinyatakan melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika,  maka dituntut seumur hidup subsider 6 bulan penjara dan denda Rp 1 miliyar.

Menurut JPU, hal yang memberatkan terdakwa dalam perkara ini adalah melawan program pemerintah tentang pemberantasan narkotika, sedangkan yang meringankan sopan dalam persidangan dan mengakui terus terang semua perbuatannya.

JPU menyakini terdakwa, Suhendra adalah sebagai pengedar ganja antar provinsi, Aceh-Medan dan Pekanbaru. Suhendra ditangkap membawa 200 kilogram (Kg) ganja yang siap edar oleh petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan pada Jum’ at (21/9/2018) lalu.

Dari tangan terdakwa, petugas berhasil menyita barang bukti 200 kg ganja kering, 2 mobil serta 1 unit sepeda motor.Penangkapan terhadap Suhendra berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada seorang pria yang tinggal di Jalan Tanjung Balai Gang Setia Tirta  membawa ganja dari Aceh dan hendak dibawa menuju Pekanbaru dengan menggunakan jalur darat.

“Atas informasi tersebut petugas  melakukan penyelidikan kelokasi yang dimaksud dan selanjutnya petugas menggerebek rumahnya  dan melakukan penggeledahan,” ujar Berkat.

Petugas menemukan barang bukti 200 kg ganja dari dalam mobil Toyota Avanza warna Silver dan mobil Grandmax warna hitam milik terdakwa Suhendra yang terparkir di teras rumahnya.

Majelis Hakim PN Lubuk Pakam Cabang Labuhan Deli Megawati,SH, Halimatuk Sakdiah,SH dan Rahmadini, akhirnya mengundurkan sidang hingga  Rabu (22/5/2019) karena masih panjang masa penahanannya, ucap Majelis Hakim. (Top)

 

Komentar

News Feed