oleh

Suporter Hina Wasit Bakal Disanksi

Inimedan.com-Medan

PSSI Pusat memberikan peringatan keras kepada suporter. Para suporter melakukan penghinaan saat pertandingan Liga Go-Jek 1 Indonesia bakal disanksi. Wasit yang dihina dapat menghentikan pertandingan dan memberikan hasil kepada PSSI.
PSSI Pudat mengeluarkan edaran kepada para peserta Liga 1 mengenai regulasi baru terkait penghentian sementara pertandingan jika ada koreografi atau nyanyian yang menyinggung unsur SARA, politik dan penghinaan yang dilontarkan  penonton dan tidak terbatas kepada salah satu suporter pendukung klub saja.
PenghentIan laga ini nantinya akan ditentukan oleh pengawas pertandingan untuk selanjutnya disampaikan kepada wasit melalui wasit cadangan, dan laga kembali dilanjut jika nyanyian tak lagi mengandung unsur SARA, politik dan hinaan.
Ironisnya,  jika tiga kali dihentikan maka wasit berhak menghentikan laga tersebut dan menyerahkan hasil laga kepada PSSI.

Menyikapi keluarnya aturan tegas PSSI yang harus dipatuhi peserta liga itu disambut hangat pengurus PSMS.  Melalui Sekum PSMS Julius Raja, dirinya menerangkan jika peraturan baru ini merupakan hal positif bagi managemen dan klub PSMS.

“Positif dan harus kita laksanakan apapun aturan darI badan Liga. Kita harapkan suporter kita bisa berubah dan lebih dewasa, ” ujar pria yang akrab disapa King di Medan, kemarin.

Dirinya juga mengakui  jika PSMS belakangan sering mendapatkan sanksi berupa denda dari PSSI atas ulah oknum suporter yang sering memasang flare saat laga kandang. Sanksi tersebut tidak terulang lagi sehingga tak merugikan PSMS.

Pengurus PSMS kabarnya akan kembali menggunakan jasa keamanan sipil (steward)  menjawab edaran PSSI terkait adanya regulasi baru mengenai penghentian laga jika ada koreografi yang menyangkut  unsur SARA dan kebencian.

Namin langkah memakai jasa tersebut  sebelumnya pernah diberlakukan pengurus dan membuat sejumlah oknum suporter gerah. Tak cuma itu mereka pun mengancam akan melakukan perlawanan jika hal itu kembali dilakukan panitia pelaksana pertandingan.
Menyikapi hal itu, King menegaskan jika keamanan sipil yang dimaksudkan bukanlah anggota organisasi kepemudaan melainkan lembaga keamanan sipil.

“Seperti jasa keamanan untuk perkantoran, yang jelas kerjasama dengan pihak ketigalah, ” terang King.
Jasa keamanan sipil, tambah King dianggap lebih efektif daripada harus menambah personil keamanan yang sifatnya menjaga di sekitar area tribun penonton.
“Keamanan sipil ini akan berada langsung dalam tribun penonton dan bisa mencegah jika adanya koreografi berbau SARA Dan kebencian dari penonton, “pungkasnya. (bayu)

 

Komentar

News Feed