oleh

Tak Senang Ditegur Jangan “Menyabu” Keponakan di Lempar Botol

Inimedan.com-Labuhan.

Tak terima dinasehati agar tidak mengkonsumsi “sabu”, Budi (50) berang dan marah lantas tidak berpikir panjang melempar botol syirup ke arah Marni (43) yang tidak lain adalah adik iparnya. Botol yang dilemparkan salah sasaran dan mengenai kepala Fauzan (13) anak dari Marni.

Tidak terima dengan perlakuan abang iparnya itu, Marni didampingi suaminya Jumari (46) melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Labuhan, Sabtu (6/7) pagi sekira pukul 10.30 WIB..

Dari keterangan Marni dan suaminya Budi (50) kepada Polisi bahwa awalnya istrinya, Marni (43) menegur Budi yang masih abang iparnya itu, agar tidak mengkomsumsi sabu namun diduga tak terima ditegur, Budi yang merupakan suami dari kakak kandungnya itu marah dan melempar botol kosong bekas sirup kearahnya hingga mengenai kepala anaknya.

Akibat dari kejadian itu Fauzan yang masih duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar itu mengalami ruka robek pada bagian kelapanya karena terkena lemparan botol oleh Budi yang masih merupakan abang ipar sepengambilan Jumari.

Ayah korban saat berada di Polsekta Medan Labuhan menyebutkan, “Kami tinggal satu rumah dengan dia (pelaku), dirumah peninggalan mertua kami, memang dia itu kerjanya kumpul ama kawan-kawannya dan memakai sabu dihalaman depan rumah”, ujar Jumari.

Katanya lagi, tadi pagi pukul 08.30 wib, istriku menegur dia agar tidak lagi kumpul-kumpul dihalaman rumah dan mengkomsumsi sabu, mungkin dia tak terima dan marah selang tak lama kemudian dia melempar botol kearah kami melalui jendela kamar hingga mengenai kepala anak ku.

“Kepala anakku tadi sudah dijahit dirumah sakit, aku tak terima dengan perbuatannya (pelaku) walaupun dia abang iparku, apalagi dia sering memakai sabu bersama kawan-kawannya didepan rumah”, ungkapnya.

Kapolsekta Medan Labuhan AKP Edy Safari melalui Kanit Reskrim Iptu Bonar Pohan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban di Polsekta Medan Labuhan, “pelakunya tadi sudah kita amankan, sekarang dia sudah kita amankan di mako guna penyidikan lebih lanjut”, ungkap Bonar Pohan. (Top)

Komentar

News Feed