Terjaring OTT, DPRD Medan Ragukan Seleksi Penerimaan Anggota Bawaslu

Medan, Politik40 Dilihat

inimedan.com-Medan.

Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus SE M.AP, mengaku kecewa bahkan meragukan proses seleksi penerimaan anggota Bawaslu. Pasalnya, salah satu Anggota Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Azlansyah Hasibuan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh aparat Kepolisian Sumut.

Robi menyebut, perbuatan Azlansyah telah mencoreng nama baik Bawaslu Kota Medan padahal diharapkan sebagai lembaga terhormat. “Baru juga dilantik (sebagai Anggota Bawaslu) sudah kena OTT, buat malu saja,” kesal Robi Barus.

Dikatakan Robi, sebagai lembaga yang paling diharapkan punya integritas dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, Bawaslu merupakan lembaga yang sangat dihormati.

“Pemilu itu pesta demokrasi, dan Bawaslu lah yang kita harapkan sebagai garda terdepan dalam memastikan pemilu yang adil, jujur, dan terbuka. Tapi kalau mental oknum Anggota Bawaslunya seperti ini, bagaimana mungkin kita bisa berharap adanya pesta demokrasi yang adil dan jujur,” ujarnya.

Atas tertangkap tangannya Azlansyah Hasibuan, Ketua Fraksi PDIP itu pun mempertanyakan proses seleksi Anggota Bawaslu Medan.

“Kok bisa yang seperti (Azlansyah) ini lolos seleksi Anggota Bawaslu Medan? Apa timpansel tidak memperhatikan dulu kualitas orang-orangnya? Saya fikir ini perlu juga dipertanyakan. Baru dilantik saja sudah berani dia begitu, rusak marwah Bawaslu dibuatnya,” ketusnya.

Robi pun memberikan apresiasi kepada Polda Sumut yang telah melakukan OTT terhadap Azlansyah dan beberapa terduga pelaku lainnya.

“Apresiasi kita untuk rekan-rekan kami di kepolisian. Saya juga meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Buka secara transparan dan proses secepatnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Sumut melakukan OTT kepada anggota Bawaslu Medan, Azlansyah Hasibuan. Selain Azlansyah, Polda Sumut juga menangkap dua warga sipil lainnya, yakni Fahmi Wahyudi Harahap (FH) dan Indra Gunawan (IG). Ketiganya tertangkap tangan saat sedang menerima uang atas dugaan pemerasan dari salah seorang calon anggota legislatif DPRD Kota Medan. *di/rel#

Komentar