oleh

Trio Pelatih Tangani Ayam Kinantan

inimedan.com-Medan

Setelah menunggu beberapa hari mengenai siapa bakal pelatih yang menangani tim berjulukan Ayam Kinantan  menghadapi kompetisi Liga 2 Nasional yang dimulai April 2019 mendatang, akhirnya terjawab sudah.
Pasalnya pihak manajen PSMS Medan langsung mempercayakan kepada Abdul Rahman Gurning sebagai direktur tehnik merangkap pelatih kepala yang berduet dengan Edy Syahputra sebagai pendamping serta ditambah Sugiar selaku pelatih kiper.
Selain itu, pihak manajemen juga menggandeng beberapa mantan pemain PSMS era 70-80 an untuk membantu kinerja penanggung jawab tim Ayam Kinantan yang baru, Mulyadi dalam hal penyeleksian pemain.
Ketua Asprov PSSI Sumut juga pembina PSMS Medan, H Kodrat Shah didampingi Sekum, Julius Raja di Medan Club, Selasa (14/1) sore mengatakan, pihaknya telah menunjuk Abdul Rahman Gurning menjadi pelatih kepala serta direktur tehnik dibantu oleh Edy Syahputra sebagai asisten.
Sementara penyeleksian pemain menurut Kodrat, akan dimulai Rabu (16/1)  di stadion Kebun Bunga, karena para pemain yang diinginkan manajemen siap dijadikan skuad inti Ayam Kinantan yang direkrut dari hasil pantauan beberapa pemain mantan dari setiap daerah di Sumut seperti, H Nobon, Tumsila, Parlin Siagian, Bambang Usmanto.
Dalam pertemuan itu, Kodrat juga sangat menyesalkan pada pihak-pihak yang menginginkan Julius Raja agar mundur dari PSMS Medan. Sebab menurutnya, Julius Raja yang akrab disapa King tersebut tak punya salah di PSMS selama ini.
Padahal saat ini pihak manajemen PSMS Medan sudah mulai serius dalam hal menyiapkan tim dengan penunjukan pelatih kepala dan asisten pelatih serta pelatih kiper serta seluruh keperluan tim nantinya.
“Saya mau tanyalah, Julius itu salah apa di manajemen PSMS. Bahkan Julius sendiri tak digaji sama sekali, tapi mengapa didesak mundur. Jadi kalau hanya sekedar buat kejutan, lebih baik bantu tim ini agar bisa kembali ke liga 1 musim depan,” katanya serius.
Sebab menurutnya, kalaulah PSMS terus dihujat serta Julius Raja diminta mundur dari PSMS, bagaimana klub sepakbola kebangaan warga Medan ini bisa besar.
“Dan apa bisa dia mengerjakan seluruh kebutuhan tim seperti dilakukan King selama ini. Kalau dia bisa dan tak digaji, saya sambut dia dengan tangan terbuka biar King kita keluarksn dari PSMS,” tutup Kodrat. (bayu)

Komentar

News Feed