Dua Mahasiswa ITSI Akan Hadiri Temu Nasional Petani Kelapa Sawit di Jakarta

Nasional49 Dilihat

inimedan.com-Jakarta.

Besok, 7 Desember 2023. 2 Mahasiswa ITSI Akan Hadiri Temu Nasional Petani Kelapa Sawit bertajuk “Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Pilar Ekonomi Indonesia” bertempat di Grand Paragon Hotel, Jakarta Temu nasional ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) dalam rangkaian memperingati HUT ke-23 APKASINDO.

Temu nasional ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan sawit
Indonesia terus berlenajutan serta memberikan kesejahteraan kepada keluarga besar
petani di seluruh Indonesia. Selain itu, temu nasional ini bertujuan untuk konsolidasi
petani kelapa sawit yang akan dihadiri oleh 164 DPD APKASINDO Kabupaten Kota se
Indonesia dari 22 Provinsi dengan estimasi partisipan 1.000 orang.

Pada jadwalnya, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo akan hadir untuk
memberikan pengarahan sekaligus membuka acara temu nasional dengan didamping
Kepala Kantor Staf Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO Jend
TNI (Purn) Dr. Moeldoko, M.Si

Mahasiswa yang diikutsertakan pada kegiatan ini atas nama Reh Desiva Christima Br
Ginting dan Benny, keduanya merupakan mahasiswa program studi agribisnis semester 1.
Sebelumnya Desiva beberapa kali terlibat kegiatan bersama dengan Apkasindo di tempat
Asalnya, sementara Benny baru pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia. Sebagai Partisipan
dari Asean Youth Digital Forum serta Jakarta menghadiri beberapa kegiatan termasuk
Diskusi “Transisi yang Berkeadialan dalam Industri Sawit” yang diselenggarakan oleh
Sawit Watch.

Pada temu nasional ini, Keynote Speech akan disampaikan oleh Menko Maritim dan
Investasi RI dan Menteri Pertanian RI. Sementara beberapa narasumber dari pemerintah
akan hadir Dr. Supardi, SH., MH (Direktur Ekonomi Kejaksaan Agung), Dr. Prayudi
Syamsuri (Direktur PPHP Ditjenbun), Kepala BAPPEBTI, Ardi Praptono, SP., M.Agr
(Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun), Prof Budi Mulyanto
(Kepala Pusat Studi Sawit IPB), serta narasumber lainnya.

Sebagaimana diketahui. Ragam tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha sawit di
global termasuk Indonesia, utamanya smallholder element yang menjadi kekuatan
terbesar di Republik ini masih merasakan beberapa persoalan yang belum tentu tuntas.
Dimulai harga jual pada sebagian daerah masih belum menyentuh angka layak,
ketersediaan pupuk, sarana lainnya, serta sertifikasi berkelanjutan.

Termasuk juga pendidikan, yang pada tahun ini 2.000 mahasiswa terserap oleh program
Pengembangan SDM Sawit fasilitasi BPDP-KS, harus ada reformulasi utamanya perihal
jumlah serapan yang harus ditingkatkan dan porsi dari keluarga petani sawit harus lebih
dijadikan atensi. Menjadi energi positif bila mengutip pernyataan dari Bapak Togu
Rudianto Saragih, SH pada Workshop “Hilirisasi Sawit Berbasis Desa” fasilitasi
Kemendes PDTT yang mengatakan proyeksi program pada tahun depan dengan
meningkatkan menjadi 10.000 penerima Beasiswa serta membuka kran Pasca Sarjana
(S2)

Hrapannya, temu nasional ini mampu menjadi recharging moment semangat petani
kelapa sawit dalam memastikan keberlanjutan sawit dengan catatan pemerintah jangan
sampai lengah apalagi lepas tangan. Juga termasuk didalamnya penguatan keterlibatan
unsur akademis termasuk mahasiswa. Sebagai generasi penerus sawit Indonesia
kedepannya dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. (rel/di#

Komentar