Kita Bangun Sinergi dan Kolaborasi yang Kuat Untuk Kemajuan Kota Medan

inimedan.com-Medan.

Pada 1 Juli 2023 Kota Medan genap berusia 433 Tahun. Momen ini selalu diabadikan dengan perayaan istimewa dalam agenda Rapat Paripurna Istimewa DPRD Medan HUT ke-433 Kota Medan yang dilaksanakan di gedung DPRD Medan Kapten Maulana Lubis.

Peringatan HUT Kota Medan kali ini digelar DPRD Medan pada, Senin (3/7/2023) di ruang utama Gedung DPRD Medan. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE dan dihadiri Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman Gubsu Edy Rahyamadi, para Konjen negara sahabat, unsur Forkopimda Medan, bupati/wali kota di Sumut, Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Sekda Wiriya Alrahman, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengatakan pada perayaan HUT Kota Medan ke 433 ini pihaknya ingin memfokuskan perhatianpada perubahan fundamental dalam penyelenggaraan tugas dan penguatan fungsi strategis dprd sebagai wakil rakyat di Kota Medan.

“Saat ini kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan tuntutan yang semakin tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. DPRD memiliki peran yang sangat penting dalam mewakili suara dan aspirasi masyarakat. Salah satu tugas utama DPRD yaitu melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Hasyim.

Dalam era yang semakin maju ini, Hasyim mengatakan perlu beradaptasi dengan inovasi teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan tersebut. DPRD Kota Medan juga berkomitmen untuk mendorong inovasi daerah, dengan membuka flatform baru melalui inovasi layar interaktif aspirasi untuk meningkatkan efisiensi dan keterhubungan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Medan.

“Memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam berkomunikasi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan memberikan respon yang tepat waktu dan efektif. Kami percaya melalui inovasi ini, dan melalui sinergi antara milenial dan teknologi digital, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat kota medan. dan kita dapat mewujudkan perubahan yang positif serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan Kota Medan,” katanya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat, dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga semangat perubahan yang telah kita mulai. mari kita bangun sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk kemajuan Kota Medan.”Dalam rangka meningkatkan literasi publik tentang peran DPRD kota Medan, kami merasa penting untuk melibatkan masyarakat dalam memahami dinamika perjalanan sejarah lembaga perwakilan rakyat kita.

Saat ini telah dimulai pembangunan diorama digital interaktif yang akan menjadi media edukasi bagi masyarakat. Memberikan akses kepada publik untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian dan ilmu pengetahuan serta pengenalan pendidikan politik secara dini kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Hasyim juga mengajak semua bersatu dalam semangat perubahan dalam penyelenggaraan tugas dan penguatan fungsi strategis dprd sebagai wakil rakyat. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berkelanjutan, mengembangkan inovasi daerah, memperkuat kolaborasi dengan daerah lain, mengembangkan diorama digital interaktif sebagai media edukasi, meningkatkan tata kelola kearsipan, memberikan contoh kepemimpinan yang baik, dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendengarkan aspirasi publik,” katanya.

Pelaksanaan Program Prioritas Capai Kemajuan

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, berkat kolaborasi berbagai kemajuan telah dicapai Pemko Medan, termasuk dalam pelaksanaan lima program prioritas, yakni bidang kesehatan, infrakstruktur, penanganan banjir, kebersihan, penataan kawasan heritage dan pemberdayaan UMKM.

Bobby Nasution memaparkan, pada akhir 2022 telah dicapai UHC sekaligus beroperasinya RS Bakhtiar Jafar di Kecamagan Medan Labuhan dan tertanganinnya Covid 19 secara baik. Saat ini, tambahnya, juga sedang dilakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan puskesmas dan kerjasama dengan seluruh rumah sakit yang ada guna mewujudkan Medan Medical Tourism.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu juga menyebutkankan tentang peningkatan infrastruktur, terutama dalam hal pengurangan kawasan kumuh. Dia mengatakan, tahun 2020 tercatat, terdapat kawasan kumuh seluas 819,8 hektar dan pada 2022 telah berkurang menjadi 313,2 hektar.

Perwujudan Medan tanpa banjir, lanjutnya, dalam proses pengerjaan dan koordinasi dengan instansi vertikal terkait kewenangan. Bobby Nasution mengatakan, pada tahun 2022 Pemko Medan telah berhasil mencapai pembangunan drainase dengan kondisi baik sebesar 92% dan diharapkan sisa 86 titik genangan akan dapat diselesaikan pada tahun 2023 dengan berkolaborasi seiring pengerjaan beberapa proyek yang dilakukan oleh Kementerian PUPR, antara lain tanggul rob di Belawan, normalisasi Sungai Bederah dan Selayang, pembangunan kanal Sei Sikambing – Sei Belawan, dan beberapa program lainnya.

“Program Medan bersih, cantik tanpa lubang telah berhasil mencapai peningkatan kondisi jalan mantap sebesar 92% pada tahun 2022, juga melakukan perbaikan jalan di tiga ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” tambah Bobby Nasution.

Di bidang kebersihan, sambungnya, berkat dukungan anggaran DPRD Medan telah dilakukan pelimpahan kewenangan pengelolaan persampahan ke tingkat kecamatan dengan dukungan kendaraan operasional, mulai dari truk sampai dengan becak sampah, serta tenaga kebersihan.

Dia menyebutkan, upaya pembenahan TPA Terjun telah dilakukan karena sampai saat ini TPA regional belum selesai dibangun oleh Pemprovsu.”Saat ini Pemko Medan sedang melakukan upaya kerja sama dengan pemerintah Belanda untuk mengembangkan teknologi penutupan TPA Terjun secara aman dan berkelanjutan,” ucapnya.

Terkait revitalisasi kota lama dan peningkatan UMKM, Bobby Nasution mengatakan, program ini telah mencapai hasil terlaksananya revitalisasi kawasan Kesawan, Lapangan Merdeka, serta Warrenhuis dan sekitarnya, yang dijadwalkan rampung pada pertengahan tahun 2024.

“Selanjutnya, Pemko Medan mempersiapkan tahapan revitalisasi kawasan Pekan Labuhan, situs Kota Cina, serta kawasan Belawan,” sebutnya.

Tidak hanya itu, di usia ke-433 tahun, Pemko Medan juga mengukir berbagai prestasi. Pada 2022 Pemko meraih penghargaan Anugerah Layanan Inverstasi. Selain itu, berkolaborasi dengan pelaku UMKM, Pemko Medan berhasil menekan pengangguran terbuka dari 10,81 menjadi 8,89 persen.

Bobby Nasution juga memaparkan, Pemko Medan juga berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 8,34 menjadi 8,07 persen di tahun 2022. “Selain itu, Kota Medan berhasil meningkatan pendapatan per kapita dari Rp64.070.000 menjadi Rp70.500.000 di tahun 2022,” ungkapnya.

Dalam rapat paripurna itu Bobby Nasution juga mengatakan, saat ini Kota Medan menghadapi kasus stunting pada anak. Kasus ini penting segera dituntaskan, karena berkaitan dengan dukungan Medan menciptakan generasi unggul yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Bobby Nasution mengungkapkan, upaya penanganan yang dilakukan Pemko Medan berhasil menurunkan jumlah anak stunting dan prevalensi anak stunting melalui upaya pendataan menyeluruh.

“Berkat bergerak bersama dengan bingkai kolaborasi, alhamdulillah kita berhasil menurunkan angka stunting dari 550 balita atau prevalensi 0,48 persen pada Februari tahun 2022 menjadi 298 balita atau prevalensi 0,19 persen pada Februari 2023,” sebutnya.

Mewujudkan Medan nihil kasus stunting, lanjutnya, menjadi harapan dan cita-cita yang wajid diwujudkan. Karya nyata yang diciptakan akan menjadi warisan berharga untuk Medan di masa depan.

Bobby Nasution mengungkapkan, 433 tahun sudah Medan berdiri dan menjadi rumah untuk seluruh lapisan masyarakat di dalamnya.

“Di usia yang sudah sangat matang ini kita harus mampu membawa Medan menjadi lebih berarti dan dicintai oleh masyarakatnya. Kita, Pemko dan DPRD Medan hadir dan berada di tempat ini oleh karena masyarakat. Untuk itu sudah sepantasnya bahwa kita hadir untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” ucapnya. *adi#

Komentar