Pj.Walikota Tebingtinggi Laksanakan Sholat Idul Adha 1443 H Di Lapangan Merdeka

inimedan.com-Tebingtinggi.
Pj.Wali Kota Tebingtinggi  Muhammad Dimiyathi S.Sos.M.TP  melaksanakan Sholat Idul Adha 1443 Hijriah di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, Minggu (10/07/2022) dengan tema ; “Semangat Idul Adha dapat meningkatkan kebersamaan dan keberagaman”.
Hadir dalam sholat Ied itu, unsur Forkopimda, sejumlah Kepala OPD, Camat dan Lurah serta berbagai elemen masyarakat se-Kota Tebingtinggi.
Bertindak sebagai Imam, Al Hafidz H. Fadlansyah Putra Purba, S.Pd.I. dan Khatib, Dr. Watni Marpaung.MA  selaku Wakil Dekan FKM UIN-SU yang juga Dosen Pasca Sarjana UIN-SU.
Khutbahnya yang berjudul Figur Nabi Ibrahim.AS, Refleksi Keteladanan Kehambaan Paripurna,  Dr.Watni mengatakan perjalanan hidup Nabi Ibrahim yang penuh teladan , dalam mengembangkan agama tauhid dengan pengorbanan yang tidak terhingga, sampai kepada anakpun dikorbankan.
Faktor dan alasan Nabi Ibrahim dijadikan sebagai panutan bagi umat manusia ada 4 yakni. Pertama Ibrahim penemu ajaran tauhid. Nabi Ibrahim figur manusia yang mengutamakan kebenaran dalam segala hal. Ia menggunakan akalnya secara optimal dalam mencari tuhan yang patut disembah.
Ibrahim tidak mau seperti manusia kebanyakan taat, tunduk, dan sujud kepada matahari, bulan, bintang, air dan sebagainya yang bersifat material dannia rela meninggalkan keluarganya.
Kedua Ibrahim figur suami yang bijaksana. Siti Hajar selaku istrinya, ditempatkan Ibrahim sebagai teman hidup untuk bersama-sama membina rumah tangga yang penuh mawaddah dan rahmah.
Ibrahin AS, menyadari betapa besar peranan istrinya untuk menindik anak sebagai pelanjut cita-citanya, sementara iya terus mengembara menyampaikan kebenaran dan wahyu.
Ketiga Ibrahim pendidik yang bijaksana dimana dalam dirinya tergambar kebijaksanaan seorang bapak selaku pendidik luar biasa.
Keempat Ibrahim pecinta sejati pada Allah dan dia dicatat sebagai tokoh yang diagungkan umat islam. Sejarah membutktikan dialah satu-satunya manusia yang iklas melaksanakan perintah qurban, sekalipun yang di korbankan puteranya sendiri.
Setidaknya keempat karakter yang melekat pada pribadi Ibrahim AS dalam perjalannan hidupnya dapat kita teladani dan internalkan dalam diri kehidupan dewasa ini yang akan membawa perubahan yang signifikan dalam keluarga, masyarakat dan negara, kata Dr.Watni Marpaung. Dan acara selanjutnya ditutup dengan doa, dan saling bersalaman dan bermaaf-maafan.*ZUL#

Komentar