Data RDKK Pupuk Subsidi Langka Jauh Dibawa Kebutuhan Petani

Inimedan.com-Batu Bara |  Data RDKK Pupuk Subsidi Langka Jauh Dibawa Kebutuhan Petani. Alokasi pupuk bersubsidi kawasan Batu Bara, tahun 2024 masih jauh di bawah kebutuhan petani, akibatnya petani harus menggunakan pupuk non subsidi.

Data RDKK Pupuk Subsidi,  hal tersebut terungkap, saat sejumlah wartawan bertanya Kepala Bidang Hortikultura, sarana dan prasarana dinas pertanian, dan perkebunan Batubara, Armen Syam pada Rabu (31/01/24). Terkait kelangkaan pupuk yang dialami petani, sejumlah media daring, Armen membantah adanya kelangkaan pupuk bersubsi, dan itu pemberitaan hoax.

Namun pernyataan Armen itu terbantahkan, dengan data rencana defenitif kebutuhan kelompok, atau  Rdkk. Kebutuhan pupuk urea bersubsidi Batubara, untuk tahun 2024 sebanyak 5.944 ton, tetapi alokasi dari pemerintah pusat hanya 3.132 ton, atau 52,69 persen dari kebutuhan.

Kebutuhan pupuk NPK bersubsidi sebanyak 9.324 ton, hanya dialokasikan 2.738 ton, atau 29, 36 persen.

Jumlah rencana areal tanam padi batubara tahun 2024 seluas 31.823 hektar,dengan jumlah petani terdaftar berdasarkan nomor induk kependudukan sebanyak 16.230 orang.

Selain karena alokasi pupuk bersubsidi yang jauh di bawah kebutuhan petani, kelangkaan pupuk bersubsidi yang dirasakan para petani di awal tahun ini juga karena terlambatnya pasokan ke tingkat pengecer akibat proses administrasi yang panjang.

Untuk mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi,dinas pertanian dan perkebunan batubara mengimbau petani menggunakan pupuk organik.*fiq#

 

Admin : Ariadi

Wartawan : Taufik

Komentar