DPRDSU Minta PLN Jamin Tak ada Pemadaman Selama Ramadhan

Inimedan.com
Komisi D DPRD Sumut minta PT PLN.Wilayah Sumut memberi jaminan tidak terjadi pemadaman di Sumatera Utara termasuk Kepulauan Nias selama bulan suci Ramadhan dan memenuhi janjinya membangun jaringan listrik sampai ke desa-desa yang belum menikmati aliran listrik.
Ini merupakan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi D DPRD Sumut dengan PT PLN Wilayah Sumut, dibacakan Sekretaris Komisi D HM Nezar Djoeli ST, Kamis (2/6) di ruang komisi D gedung dewan.
Rapat dengar pendapat yang dipimpin ketua komisi D Muchrid Nasution dan dihadiri anggota komisi D antara lain Budiman P Nadapdap, Analisman Zalukhu, Drs Baskami Ginting, Ir Juliski Simorangkir, Darwin Lubis dan Wagirin Arman minta PLN tidak mengganggu kenyamanan ummat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan melalui pemadaman listrik.
“Komisi D minta dengan tegas agar PLN wilayah Sumut tidak melakukan pemadaman, kecuali ada emergency dan harus melaporkannya secara tertulis ke dewan,” ujar Nezar.
Anggota Komisi D Wagirin Arman dan Juliski Simorangkir juga minta PLN segera menepati janji-janjinya untuk mengaliri arus listrik ke desa-desa, karena sampai saat ini masih banyak desa di kabupaten/kota di Sumut belum menikmati listrik.
Dicontohkan Juliski, di Kecamatan Adian Koting Kabupaten Taput (Tapanuli utara) masih banyak warga masyarakat belum menikmati aliran listrik, padahal ada 2 unit pembangkit listrik di Kecamatan Adian Koting yaitu Unit Pembangkit Listrik Parsingkaman 1 dan Unit Parsingkaman 2.
Padahal, lanjut Juliski, Kecamatan Adian Koting merupakan wilayah terluas dari 15 kecamatan di Taput, tapi kecamatan tersebut belum menikmati aliran listrik, sehingga dikhawatirkan desa-desa yang masih gelap rawan kejahatan terutama di malam hari.
Dalam rapat itu, Nezar Djoeli dan Analisman Zalukhu minta PLN melayani sambungan baru ke pelanggan di Kepulauan Nias dan memberi jaminan agar pemadaman listrik di Nias tidak terjadi lagi seperti beberapa waktu lalu terjadi pemadaman hingga berbulan-bulan lamanya.
“Meski perusahaan APR (American Power Rent) Energy telah keluar dari Kepulauan Nias, Komisi D minta PLN tidak melakukan pemadaman hingga permasalahan dapat diselesaikan,” ujar Analisman.
Karena itu, tambah Nezar Djoeli, Komisi D bersama PT PLN akan menemui Dirut PT PLN di Jakarta guna mendorong agar memperbaiki permasalahan kelistrikan di Sumut seperti di Nias dan PLTA Asahan 3 yang belum selesai. “ Kita juga akan minta PLN area Medan menyelesaikan kasus OPAL (Operasi Penertiban Aliran Listrik) dengan baik,” ujarnya.
Sementara Deputi Manager Pengendalian Operasi Sistem PT PLN Wilayah Sumut, Parsaoran Siahaan mengatakan, menyambut Ramadhan tahun ini pihaknya tidak akan melakukan pemadaman listrik, kecuali ada gangguan yang sangat emergency.
Sedangkan terkait jadwal pemeliharaan jaringan dan pemeliharaan mesin, katanya, PLN sudah melakukannya agar dibulan suci Ramadhan tidak ada lagi pemeliharaan yang menjadi penyebab pemadaman. “PLN akan berusaha maksimal menjaga pasokan listrik ke pelanggan,

Secara teknis, pasokan daya listrik yang dimiliki PT PLN wilayah Sumut mencapai 1.900-2.000 mw dengan beban puncak mencapai 1.900 mw. Memang cadangan daya sedikit. Kalau terjadi kerusakan atau perawatan,terpaksa dilakukan pemadaman bergilir,” ungkapnya.
Menyangkut OPAL, Manager Area Medan Rizki Muhammad menambahkan, PLN sudah membentuk 45 tim didampingi dari pihak kepolisan Polresta Medan dan Belawan. Namun terbatasnya tenaga dari pihak kepolisian, petugas P2TL juga didampingi aparat TNI. [im-01]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *