Dua Oknum TNI AU Siksa 5 Pekerja PKS PT Jaya Palma Nusantara

Inimedan.com – Langkat.

Dua oknum TNI AU berinisial JS dan YH berpangkat Kopral Dua lakukan penyiksaan terhadap Lima orang pekerja di PKS PT Jaya Palma Nusantara di Lingkungan VI Kelurahan Pekan Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat Sumut.

Ke dua oknum tersebut bertugas sebagai pengawas di PKS itu melakukan penyiksaan dengan cara memukul, menendang hingga mencambuk tubuh bagian belakang korban dengan menggunakan tali sling dan karet vambel mesin.

Akibat aksi penyiksaan barbar itu, ke 5 pekerja masing – masing  Farhan, Fauzi, M Tanwir, Dimas , Dian mengalami luka sobek pada bagian bibir hingga berdarah serta terdapat bilur – bilur merah luka bekas cambukan.

Fauzi salah seorang korban saat di temui awak media di Puskesmas Gebang, Senin (20/2/23) menuturkan bahwasanya” Penyiksaan dan penganiayaan ini bukan terjadi kali ini saja, tapi pernah di lakukan pada 2 pekerja lainnya atas tudingan pencurian besi dan cara penyiksaan tersebut juga dengan cara yang sama yakni menggunakan sling dan karet vambel,” tuturnya.

Sama – sama di ketahui PT Jaya Palma Nusantara di kontrak oleh PT Biotindo dalam pengolahan TBS dan Brondolan buah Sawit untuk di olah menjadi CPO ( Crude Palm Oil )

Sementara itu Mahmudanil selaku humas PT Biotindo ketika di temui awak media tidak menyangkal kejadian itu dan beliau juga menegaskan itu sudah di luar SOP, namun saat kejadian itu semua di luar sepengetahuan saya,” katanya.

Sedangkan adanya oknum anggota TNI AU yang di BKO kan , Mahmudanil menjelaskan ada 3 anggota TNI AU yang di tempatkan oleh Bos Perusahaan sebagai pengawas di perusahaan ini.

“ Yang di lakukan mereka di luar kewenangan saya, namun apa yang di lakukan oleh oknum TNI AU tersebut menurut mereka merupakan tindakan sebagai efek jera agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi,” terang Mahmudanil.

Tapi saat di tanya mengapa tidak di serahkan ke pihak kepolisian misal para pekerja terbukti ada melakukan pencurian, bukannya malah di siksa?  Mahmudanil kembali mengatakan tindakan oknum TNI AU tersebut di luar kewenangannya, “ Itu bukan kewenangan kita  karena mereka yang di tugaskan oleh perusahaan dan kebetulan semua kejadian itu terjadi di malam hari, dan andai saat kejadian saya ada di tempat, pasti hal itu tak akan terjadi begitu juga kejadian yang terjadi kisaran 25 hari lalu,” ungkap Mahmudanil. *DOEL#

 

 

 

Komentar