Kick Boxing Sumut Perlu Peralatan

Medan, Olahraga31 Dilihat

inimedan.com-Medan.

Atlet kick boxing Sumatera Utara fokus menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Mereka optimis meraih target lima medali emas pada event akbar
olahraga Tanah Air tersebut.

“Saat ini ada 15 atlet kick boxing Sumatera Utara yang dipersiapkan menuju PON 2024. Kita latihan rutin di GSG Dispora Sumut dan Katamso Fitnes Centre,” ujar Pelatih Kick Boxing
Sumut, Sadarmawati Simbolon saat menerima kunjungan visitasi Posko Publikasi PON 2024 Wilayah Sumut di Katamso Fitnes Centre, Rabu (29/11).

Sadarmawati menjelaskan, jumlah atlet kick boxing yang menjalani Pelatda PON 2024 masih kurang. Sebab pada PON 2024 mendatang, kick boxing mempertandingkan 20 nomor, di
mana terdapat dua nomor seni team.

“Jadi kalau kita mau mengikuti semua nomor di PON nanti, minimal ada 22 atlet. Karena nomor seni team akan diikuti dua atlet. Saat ini, kita sedang mencari atlet untuk melengkapi
kuota,” tambah Incen.

Wanita yang akrab dipanggil Incen itu mengungkapkan, kick boxing Sumut memiliki target 5 medali emas pada PON 2024 mendatang. Untuk mewujudkan target tersebut, dia mengakui
perlu persiapan matang.

“Dengan persiapan maksimal, kita optimis bisa mencapai target tersebut. Untuk itu, kami berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secepatnya memberikan kebutuhan latihan
atlet,” harap Incen.

Ket.Gambar : Petugas Posko Publikasi PON 2024 dari Dispora Sumut, Arma Winarti Hasibuan didampingi pelatih Sadarmawati Simbolon bersama atlet kick boxing Sumatera Utara di Katamso Fitnes Centre, Rabu (29/11). (IST)

Incen mengungkapkan, atlet kick boxing membutuhkan tempat latihan. Saat ini mereka latihan dengan menyewa di Katamso Fitnes Centre. Semua perlengkapan latihan yang ada juga
merupakan sumbangan dari sponsor. “Belum ada bantuan dari pemerintah,” sebutnya.

Kemudian, kick boxing juga membutuhkan ring. Sebab, selama ini atlet hanya latihan di matras. “Kita tidak memiliki ring. Padahal pertandingan di PON nanti digelar di atas ring. Jadi ring
juga sangat dibutuhkan sebagai penyesuaian venue pertandingan,” tegasnya.

Yang tidak kalah penting adalah mess untuk atlet. Saat ini hampir semua atlet kick boxing memilih kost, khususnya yang berasal dari luar Kota Medan. “Para atlet seharusnya ditempatkan
di mess, sehingga mereka tidak perlu kost lagi,” paparnya.

Petugas Posko Publikasi PON 2024 dari Dispora Sumut, Arma Winarti Hasibuan berharap agar peralatan yang dibutuhkan atlet kick boxing secepatnya terealisasi. Dia juga berharap agar
kondisi saat ini tidak mengurangi semangat dan motivasi para atlet.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pasti akan memperhatikan kebutuhkan kalian. Mari kita sama-sama berdoa agar secepatnya terwujud. Namun kalian tetap harus semangat latihan.
Buktikan kalau kalian memang yang terbaik,” pesan Arma Winarti Hasibuan kepada atlet.

Adapun 15 atlet kick boxing Sumut yang sedang menjalani Pelatda, yakni Fahri Ramadani (Creative Form Putra), Padro Pakpahan (Point Fighting -51 kg putra), Ariyanta Sitepu (Point
Fighting -63 kg putra), Nico Sihotang (Point Fighting -56 kg putra), Antoni Tambunan (Low Kick -51 kg putra), Mitro Halomoan Manihuruk (Low Kick -71 kg putra), Toni K Hutapea (Full
Contact -51 kg putra), Jaka Maruba Naibaho (Full Contact -63 kg putra), Fransiskus Sinaga (Full Contact -63 kg putra), Riyan Jefri Lumbanbatu (Full Contact -71 kg putra).

Untuk putrid terdiri dari, Agustina Sihotang (Point Fighting -51 kg putr1), Yusni Hutasoit (Low Kick -48 kg putri), Aprilia Eka Lumbantungkup (Low Kick -56 kg putri), Pribintang Hutasoit
(Full Contact -56 kg putr1), dan Juwita Niza Wasni (Creative Form Putri). Mereka ditangani tiga pelatih, yakni Sadarmawati Simbolon, Amrito Sinurat, dan Abdurahman. *di/rel#

 

Komentar