Korbannya Dibacok,Perampok Berklewang Dibantai Massa

Peristiwa87 Dilihat

Inimedan.com.

Ido Hadi Nata, warga Jalan Becek Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis nyaris tewas, setelah pria berusia 35 tahun itu dipukuli massa di Jalan Makmur Pasar VII Tembung Desa Sambirejo Timur, Percut Sei Tuan. Menyusul perbuatannya merampok dan sekaligus membacok korbannya M.Mahmud alias Rahmad (31) pemilik Grosir di Jln.Makmur, Senin (24/7) siang.
Dari keterangan yang diperoleh, bahwa tersangka Ido dalam melakukan aksi kejahatannya bersama rekannya Dodi Iskandar, penduduk Jalan Makmur Pasar VII Tembung dan beruntung pria 35 tahun itu selamat dari kejaran warga, sehingga ia terhindar dari aksi massa seperti yang dialami tersangka Ido.
Dari informasi yang didapat, bahwa pada siang itu tersangka (Ido) yang saat itu membawa klewang yang disimpan di balik punggungnya, bersama temannya Dodi berboncengan mengendarai Honda Beat melintas di kawasan Jalan Makmur Pasar VII.
Saat melintas di depan Grosir Rahmad Jaya sekaligus tempat tinggal korban M Mahmud, kedua penjahat itu menghentikan sepedamotornya. Ido yang ada diboncengan langsung turun dari sepedamotor sambil menenteng helm, lalu berjalan ke dalam grosir milik korban. Sedangkan Dodi tetap di atas sepedamotor untuk memantau situasi.
Ido lalu memukul wajah korban hingga terluka. Korban sempat tersungkur ke lantai, dan Ido menguras uang di dalam laci. Di saat bersamaan korban bangun dan melakukan perlawanan sehingga keduanya terlibat pergumulan.
Tiba-tiba Ido mengeluarkan kelewang dari balik punggungnya, sehingga membuat M Mahmud berupaya kabur. Namun Ido melemparkan kelewang ke arah korban hingga mengenai punggung korban.
Seketika itu korban terkapar bersimbah darah. Istri korban, Yunetti Mariana br Hasibuan (30) yang saat itu sedang memasak di dapur mendengar ada kegaduhan dan teriakan suaminya dan kemudian dia berlari ke toko grosir.
Yunetti terkejut karena suaminya terkapar tak berdaya dan melihat tersangka masih memegang klewang. Seketika itu istri korban berteriak minta tolong, sehingga warga sekitar berhamburan keluar rumah dan memadati lokasi.
Sedangkan Dodi berhasil meloloskan diri. Tanpa ada yang mengomandoi, massa langsung menghakimi Ido hingga babak-belur. Sedangkan warga yang lain membawa korban ke rumah sakit terdekat guna mendapat perawatan intensif.
Namun emosi massa semakin beringas, leher tersangka langsung dililitkan rantai dan kemudian digembok. Massa berupaya menyeret tersangka, namun aksi massa terhenti setelah sejumlah warga dan Bhabinkamtibmas setempat mengamankan Ido ke dalam grosir.
Tak lama personil Reskrim Polsek Percut Sei Tuan yang mendapat informasi, tiba di lokasi. Selanjutnya tersangka berikut barang-bukti kelewang dan helm milik Ido diboyong ke Mapolsek Percur Sei Tuan guna proses lebih lanjut.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH ketika dikonfirmasi mengatakan benar tentang kejadan itu dan pihaknya masih mengembangkan kasusnya.

“Seorang tersangka masih dikejar anggota kita. Korban saat ini masih dirawat di rumah sakit. Yang melaporkan perampokan tersebut ke Mapolsek Percur Sei Tuan adalah istri korban sendiri,” ujarnya.[im-01]

Komentar