Pedagang Pasar Rakyat Sei Rampah Akan Pindah Usai Lebaran

Pedagang Pasar Rakyat Sei
Pedagang Pasar Rakyat Sei. (Foto/IMC/zu)

Inimedan.com-Sergai   |  Pedagang Pasar Rakyat Sei. Para pedagang yang menjajakan berbagai jenis pakaian dan makanan di Pasar Rakyat Sei Rampah,  mengeluh pengunjung sepi. Sepinya pengunjung sudah berlangsung selama tiga minggu belakangan ini. Dampak sepinya pengunjung, banyak barang dagangan yang tidak terjual.

Pedagang Pasar Rakyat Sei. Tahun 2024 ini merupakan kondisi yang paling kurang baik dialami para pedagang selama Bulan Suci Ramadhan. Padahal, hitungan 10 hari lagi mau lebaran, namun pembeli semakin sepi.

Semestinya, kata Ahamd Zuber Ritongan (59) didampingi istri Nurlela, warga Dusun 4 Desa Sei Rampah,Kecamatan Sei Rampah,Sergai,Minggu (31/3/2024),mebeludaknya pembeli itu di hari-hari seperti ini mendekati hari Lebaran Idul Fitri 1445 H, yang tinggal 10 hari lagi, namun semakin dekat Lebnran Idul Fitri, malah semakin sedih,menderita para pedagang disini.

“Lihatlah, barang dagangan berupa Perlengkapan Sekolah dan pakaian saja, satu hari ini baru terjual satu Kaos Kaki seharga Rp.15 ribu. Biasanya menejlang Lebaran sudah ratusan ribu uang dipegang bahkan jutaan. “Luar biasa” sepinya pengunjung dan pembeli Tiga minggu belakangan ini. Bulan Suci Ramadhan ini, penjualan jauh menurun. Kondisi ini akan membuat para pedagang akan mengalami kerugian cukup besar dan termakan modal. Langkah terkahir untuk menghindari kerugian cukup besar, ya bsia saja pindah.

Nah, untuk itu diminta kepada Bupati Sergai H.Darma Wijaya agar mencarikan solusi, supaya Pasar Rakyat Sei Rampah ini bisa ramai kembali pengunjung dan pembeli. Dengan ramai pembeli, maka pendapatan para pedagang bisa meningkat dan dapat membantu anak-anak mau lebaran.Ungkapnya.

“Jika pembeli sepi terus, maka hancur para pedagang. Situasi seperti ini tidak bisa dipertahanan. Wajar saja, para pedagang akan meninggalkan lapak jualan disini. Sebab, ditahankan maka beban akan terus menambah bahkan akhirnya semakin menderita.” Sedih sekali yang dialami pedagang disini, sudah dekat lebaran, pembeli semakin sepi. Hancur-hancur, wajah dan batang hidung para pejabat maupun pegawai tidak kelihatan lagi datang,

“Kalaupun datang pejabat dan pembeli, yang dibeli sayur mayur dan makanan yang ringan. Selebihnya banyak yang lihat sana lihat sini, tanya sana tanya sini. Gimana perekonomian pedagang mau terbantu jika pembeli tidak ada merosot tajam.” Lebih baik pindah saja habis lebaran ini.Ujar Diana (40) pedagang pakaian dalam didampingi suami alim (45) warga Dusun 3 Desa Citaman Jernih,Kecamatan Perbaungan,disela-sela melayani pembeli.

Nada yang sama juga disampaikan Elfina Marpaung (32) didampingi suami Eldiansyah (44) Pedagang perlengkapan dapur dan temapt kue lebaran yang berdomisili di Dusun II Desa Sei Rejo,Kecamatan Seoi Rampah, menuturkan, saat ini para pedagang mengalami kondisi yang sangat sulit alias gawat. Banyak dagangan yang tidak terjual. Bukan semakin baik penjualan pindah dari Pasar Lelo Firdaus ke Pasar Rakyat Sei Rampah, malah semakin terpuruk.

Jualan disini semakin banyak modal yang habis akibat masyarakat maupun pejabat Pemkab Sergai yang datang ke pasar ini semakin sepi. Jika tidak ada perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah Sergai, maka kami pedagang akan gulung tikar dan tutup tidak berjualan lagi disini. Tidak sanggup terus-terusan modal terkuras. Ia dan pedagang lain berharap Pemerintah daerah ini peduli dengan nasib yang dialami pedagang kecil disini. Menurutnya, pembeli sepid atang kesini, karena ada dua pasar yang buka di hari yang sama, yakni Pasar Lelo Firdaus dan Pasar Rakyat Sei Rampah, buka sama-sama hari minggu.

Nah, selagi dua pasar buka, maka semakin terpuruklah pedagang di Sei Rampah ini. Tolong Pak Bupati Sergai, kami pindah kesini ingin mendapatkan perubahan pendapatan bukan semakin menderita dan terpuruk. Kasihan anak-anak kami yang masih sekolah. ucapnya.

Di tempat yang sama, Lia (32) pedagang Kue Lebaran menuturkan, belum ada yang membeli sejak dibuka hingga sore hari ini. Minggu yang lalu juga. Hancur kali nasib yang dialami pedagang disini. Betul memang, lama-lama jika begini terus lebih baik pindah saja. Keluh Lia warga Desa Sei Rampah dengan nada sedih. *zu#

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *