Polresta Medan Akan Gelar Ops Pekat

inimedan.com

Polresta Medan akan menggelar Operasi (Ops) Pekat Toba 2016 juga Ops Ketupat saat Puasa hingga Hari Raya Idul Fitri tahun 2016. Operasi ini adalah dalam upaya memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat.
“Dalam Ops ini seluruh armada patroli Polresta Medan yang berada di Sat Sabhara, Sat Lantas dan Polsek jajaran harus dalam kondisi baik dan siap pakai’” ungkap Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananta.
Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananta mengungkapkan hal diatas saat memberikan arahan kepada para Kabag, Kasat dan Kapolsek sejajaran menjelang digelarnya Ops Pekat Toba 2016 juga Ops Ketupat saat Puasa dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2016 di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (2/6).
Dijelaskannya, rangkaian kegiatan pengamanan ke depan harus didukung dengan armada patroli yang siap pakai dalam kondisi baik dilengkapi lampu rotator.
“Seluruhnya kita gerakkan siang dan malam hari guna memberikan rasa aman kepada warga kota Medan. Pada malam hari kota Medan kita buat berwarna biru dihiasi rotator Patroli Polisi dan Pos penjagaan serta Kantor Polisi di seluruh penjuru kota,” ucap Mardiaz.
Sementara itu, Kasat Sabhara Kompol Siswandi mengatakan, fasilitas yang disiapkan untuk pengecekan kesiapan armada patroli yakni sepedamotor 55 unit, mobil sebanyak 30 unit, truck 7 unit, mobil AWC 1 unit dan pattili Publik Address 2 unit dilengkapi Rotator biru.
“Seluruh armada siap diturunkan kapan saja di wilayah hukum Kota Medan dan sekitarnya untuk memberikan pelayanan dan rasa aman warga. Kami berusaha bekerja maksimal untuk memberikan yang terbaik,” tegas Siswandi.
Komandan Tim Pemburu Preman (TPP) Sat Sabhara Polresta Medan ini terus gencar dan tak pernah kendor memberikan response reaksi cepat terhadap pengaduan masyarakat yang di ganggu aksi premanisme.

Keberadaan TPP sangat diharapkan oleh Kapolresta Medan dan mendapat apresiasi dari Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso, untuk menekan aksi premanisme yang cukup meresahkan masyarakat.

Setiap hari TPP melakukan patrol rajia di pasar dan jalanan inti kota dan batas kota Medan. Para pelaku preman yang diamanakan di boyong ke Markas Sat Sabhara di Jalan Putri Hijau Medan. Kemudian diberi pembinaan, tausiah oleh Ustad, membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, lalu dikembalikan ke keluarganya.
“Selain premanisme, sasaran dalam operasi pekat ini juga untuk memberantas perjudian, prostitusi, dan minuman keras,” sebutnya.[im-01]

Komentar