Posko Banjir Desa Siarti Labuhanbatu Ditutup

Daerah, Labuhanbatu43 Dilihat

Inimedan,com-Labuhanbatu | Posko banjir Desa Siarti Labuhanbatu ditutup. Banjir besar setinggi 1,5 meter yang berlangsung hampir 1 bulan melanda Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, disebabkan debit curah hujan yang tinggi.

Dengan ditutupnya Posko Banjir Desa Siarti Labuhanbatu, sebagai ungkapan bentuk rasa syukur telah berlalunya bencana itu, pemerintahan Desa Sei Siarti bersama seluruh masyarakat desa mengadakan acara makan bersama di posko banjir.

Turut hadir dalam acara tersebut dari tim Kecamatan Panai Tengah yang terdiri dari unsur tim BPBD Kabupaten Labuhanbatu, tim medis dari Puskesmas Labuhan Bilik, Sedangkan dari personel institusi TNI dan Polri hadir Babinsa Koramil Panai Tengah dan Babinkamtibmas.

Pada kesempatan penutupan Posko Banjir Desa Sei Siarti Labuhanbatu, Kepala Desa Sei Siarti Samsul Bahri Nasution,mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang turut serta membantu masyarakatnya saat dilanda banjir.

“Banjir yang melanda desa kita adalah ujian kepada kita semua untuk merefleksi kembali keimanan kita semua. Apa pun yang datang dalam kehidupan kita, tetap kita panjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa kata Samsul. pada Rabu, (17/01/2024) lalu.

Dengan berlalunya banjir yang merendam semua dusun di desa itu, warga desa pun dapat beraktivitas kembali seperti biasa, Samsul Bahri selaku Kepala Desa resmi menutup Posko Banjir yang menampung pengungsian warga.

“Bersama kita berdo’a kepada Tuhan, semoga Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari ini. Atas nama Pemerintah Desa Sei Siarti, Posko Banjir secara resmi saya tutup,”sebut Samsul disambut aplaus penuh rasa suka cita warga.

Kepada awak media ini via seluler, Samsul juga mengucapkan rasa terima kasih dan menitip salam kepada para awak media yang begitu cepat merespon kondisi di desanya melalui pemberitaan di media online.

“Khusus kepada media online Inimedan.com sebagai media online pertama yang memberitakan kondisi banjir di desa kami, atas nama pribadi saya ucapkan terima kasih,”ungkapnya.

Samsul juga berharap, wartawan selaku sosial control dan pilar ke 4 di negeri ini, punya andil sangat besar membantu masyarakat dalam segala hal lewat pemberitaan yang berimbang.

“Fungsi berita itu memberikan informasi, hiburan dan mengedukasi. Wartawan rela datang bersusah susah datang ke lokasi bencana untuk memberitakan situasi yang dialami masyarakat di suatu daerah tanpa pamrih. Bahkan meliput langsung di medan perang dengan pertaruhan nyawanya. Itu salah satu hebatnya dan kemuliaan pekerjaan sebagai seorang jurnalis,”sebutnya.

Sebagai seorang kepala desa yang telah menjabat 2 periode namun tidak secara berturut – turut, ia mengaku selama ini banyak wartawan yang datang ke desanya hanya mencari informasi tentang penggunaan dana desa semata.

“Mirisnya, disaat desa kami dilanda banjir, derita warga kami tidak dipublikasikan agar pemerintah daerah cepat tanggap dan respon. Kalau ada kesalahan, cepat kali ditayangkan, Ini yang saya sayangkan, kinerja yang tidak berimbang dan belum profesional dan proporsional,”ucapnya.

Diakhir pembicaraan, Samsul sekali lagi mengucapkan terimakasih kepada seluruh awak media yang memberitakan banjir di desanya tanpa pamrih dan tanpa ada meminta imbalan.

“Tegur dan ingatkan saya ketika saya salah, bantu angkat saya ketika saya terjatuh. Begitulah bersahabat dan bermitra. Wartawan adalah sahabat saya, sahabat rakyat, tetap tingkatkan terus kepedulian untuk masyarakat seperti sebelumnya dan selanjutnya ya Mas,”pungkasnya mengakhiri seraya memberikan pesan kepada awak media ini. #Jok#.

Komentar