PSMS Medan Bakal Terkendala Raih Ambisinya Lawan PSPS

Ayam Kinantan, Medan94 Dilihat

inimedan.com-Medan.

Ambisi PSMS Medan untuk mendulang angka penuh dalam partai tandangnya melawa tuan PSPS Pekanbaru sepertinya bakal terkendala. Pasalnya “Tim Askar Bertuah” telah melakukan persiapan secara khusus dengan pelatih barunya, yang adalah mantan pembesut “Tim Ayam Kinantan”, Ridwan Saragih.

Guna persiapan melawan PSPS Pekan Baru, PSMS Medan lebih awal datang ke Pekanbaru. Menghadapi pertadingan yang bakal digelar, Minggu (15/10) di Stadion Kaharuddin Nasution dalam rangkaian lanjutan  Grup 1 Liga 2  2023/2024, PSMS Medan sudah tiba di Pekanbaru, Rabu, 11 Oktober 2023.

Laga menghadapi tim Askar Bertuah, julukan PSPS, di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, tersebut diprediksi menjadi laga yang spesial.

Pasalnya, tim lawan kini dinakhodai pelatih anyar, Ridwan Saragih, yang merupakan eks pelatih PSMS yang belum lama ini mundur.

Seperti dikutip dari “indopost.com# mengomentari hadirnya Ridwan Saragih di PSPS, pelatih Ayam Kinantan, julukan PSMS, Miftahudin Mukson, mengaku timnya akan mewaspadai kebangkitan Supardi Nasir dan kolega.

“Kami harus mewaspadai kebangkitan tim PSPS dengan adanya Coach Ridwan Saragih. Dia yang tahu kedalaman skuad ini pasti juga akan membuat taktikal,

“Saya juga akan menyiapkan taktikal berbeda untuk menghadapi PSPS,” ujarnya kepada awak media, Rabu (11/10) malam.

Gagal meraih poin penuh saat bertandang ke markas Semen Padang , Coach Miftah, sapaan Miftahudin, tetap mengusung misi poin penuh menghadapi tim yang menjadi juru kunci Grup 1 tersebut.

“Target kami tetap maksimal, kami mohon doa restunya. Kami semua, manajemen pelatih akan berjuang semaksimal mungkin demikian juga pemain,

“Saya mohon dukungan doa yang positif supaya tim ini memberikan pemberian terbaiknya,” ucap pria 50 tahun itu.

Dalam rangka persiapan meraih hasil maksimal, lanjut Miftahudin, PSMS langsung menggelar recovery training di Pekanbaru, Rabu (11/10) pagi.

“Tadi bagian dari recovery training, untuk pemain yang main lebih dari 50 menit dan pemain yang kurang. Jadi supaya sama dari sisi kondisi fisik maupun menit bermainnya, jadi kami buat dua kelompok,” ungkapnya.*di#

 

Komentar