Randiman Marah Bibit Pohon di Laboratorium Pertamanan Tak Terurus

INIMEDAN – Pj Walikota Medan, Randiman Tarigan, marah kepada Dinas Pertamanan Kota Medan yang membiarkan bibit bunga dan pohon-pohon penghijauan tidak terurus. Serta sekitar 4.000 goni tanah pupuk ditumpuk tidak dipergunakan sehingga menjadi gunung kecil yang dipenuhi rumput dan ilalang.

Hal itu didapatinya daat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Laboratorium Pertamanan di Jalan Kestaria, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, dan Kantor Dinas Pertamanan Jalan Pinang Baris, di belakang Terminal Terpadu Pinang Baris Medan, Selasa (5/1/2015).

Selain itu, dia menemukan banyak pot bunga cantik yang juga tidak dipergunakan dan dibiarkan tersusun di pinggiran saluran drainase yang membelah lahan laboratorium pertamanan tersebut.

Menurut Jonner Sinaga, petugas di saba, bibit bunga dan pohon penghijauan, tanah pupuk serta pot-pot bunga tersebut merupakan hasil pengadaan di tahun anggaran 2015.

Ketika Randiman bertanya kenapa tidak disalurkan untuk menghijaukan taman, Jonner mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu Pak Wali. Saya pun sekarang tidak fokus menangani pembibitan lagi, sebab waktu saya banyak habis untuk menangani taman-taman di lapangan,” jelas Jonner.

Wajah Randiman sontak memerah. “Mau dikemanakan ini semua? Benar-benar mubazir, padahal semua ini dibeli menggunakan uang rakyat dari hasil membayar pajak, ” katanya kecewa.

Selanjutnya dia ingin mengecek gudang yang ada di Laboratorium Pertamanan, namun terkendala lantaran kuncinya dipegang seorang pegawai. Tak lama setelah dihubungi, pegawai yang bersangkutan langsung ditegur, dianggap tidak disiplin dan kurang bertanggungjawab dengan tugas.

Apalagi saat pintu gudang dibuka, Randiman menemukan banyak bola lamput, trafo, mesin genset air mancur, mesin babat, gergaji pohon, kabel, kursi, meja, berjerigen-jerigen rancun rumput serta kereta sorong yang masih baru tidak dipergunakan.
“Jadi untuk apa ini semua digudangkan. Padahal banyak lampu jalan yang padam dan air mancur taman bermatian. Kalau ini semua dipergunakan, tentunya bisa menjawab keluhan warga terkait padamnya lampu jalan. Saya tidak habis pikir mengapa ini terjadi. Ini membuktikan pengadaannya tidak melalui perencanaan yang matang. Buktinya barang-barang ini merupakan hasil pengadaan di tahun anggaran 2015, malah ada yang di 2014,” sesalnya.

Selanjutnya, Randiman meneruskan sidak ke kantor Dinas Pertamanan. Di sana, kemarahannya semakin menjadi karena kantor itu tidak representatif sebagai ruangan tempat bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Padahal ketika Randiman menjadi Kadis Pertamanan, kantor itu benar-benar tertata degan baik. Kini tak ubahnya gudang.

Randiman langsung menegur Sekretaris Dinas Pertamanan Nurly. Mantan Camat Medan Sunggal itu dinilainya tidak mampu menjalankan tugasnya, termasuk melakukan pengawasan dan penataan. Nurly pun hanya bisa menunduk, sebab semua yang dikatakan Randiman sesuai dengan fakta yang ditemukan.

Sampai Randiman meninggalkan kantor tersebut, Kadis Pertamanan Zilkifli Sitepu tidak terlihat. [MUL]

Komentar