Warga Medan Baru dan Helvetia Ngeluh Belum ‘Tersentuh’ BPJS Kes

Inimedan.com

Anggota DPRD Sumut Drs Baskami Ginting menyebutkan, masih banyak warga Medan khususnya di Kecamatan Medan Baru dan Medan Helvetia mengeluh belum ‘tersentuh’ program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kesehatan, serta masalah drainase tidak berfungsi mengaikbatkan banjir.

“Banyak warga masyarakat belum tersentuh BPJS, baik secara mandiri maupun gratis, karena kurangnya sosialisasi dan pendataan yang kurang valid. Pemprovsu harus menyikapi persoalan ini,” ujar Baskami Ginting kepada wartawan, Selasa (20/12) di gedung dewan, terkait  reses di dapil (daerah pemilihan) Sumut II Kota Medan, di Kelurahan Darat Medan Baru dan Kelurahan Sei Sikambing Medan Helvetia, Sejak Kamis-Sabtu (15-17/12).

Baskami Ginting berharap, Pemprovsu minyikapi keluhan warga yang sangat membutuhkan jaminan kesehatan melalui BPJS kesehatan. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan agar terus melakukan pengawasan terhadap pengelola BPJS, karena kenyataan di lapangan masyarakat masih dipersulit saat berobat menggunakan kartu BPJS.

Melalui reses itu, lanjut Baskami, warga Kelurahan Darat berharap pemerintah daerah menyikapi masalah warga yang masih banyak belum terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan, karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. “Sesuai keluhan warga, kita minta pemerintah melalui dinas kesehatan  terus mengawasi pengelolaan BPJS, karena riel dilapangan, masyarakat seperti dipersulit jika berobat menggunakan kartu PBJS,” ungkap Baskami.

Dalam pertemuan reses di Kelurahan Sei Sikambing, Baskami Ginting mengungkapkan, yang dikeluhkan warga juga masih dipersulitnya berobat menggunakan kartu BPJS, bahkan diremehkan seperti pengalaman warga disuruh pulang, meski belum sembuh dari penyakit yang dideritanya. “Kita minta pemerintah lebih mengawasi kinerja BPJS,” tegasnya.

Permasalahan lain yang dikeluhkan warga masyarakat Medan Baru maupun Medan Helevetia, lanjut Baskami, terkait drainase yang tidak berfungsi. Seperti di Kelurahan Darat warga minta agar parit-parit di di daerah itu segera diperbaiki, diperlebar dan dilakukan pengerukan, karena saat musim hujan daerah ini selalu menjadi langganan banjir dan mengganggu aktifitas masyarakat.

Disisi lain, ungkap politisi PDIP ini, masyarakat Medan Helvetia mengapresiasi pembangunan dan perbaikan drainase di Kota Medan, tapi dampak dari pekerjaan drainase, kondisi jalan menjadi jorok dan menimbulkan banjir dan jalan digenangi air dan lumpur, terutama saat hujan, sehingga sulit dilalui. Kondisi tersebut diperparah dengan kemacetan akibat jalan semakin mengecil, akibat tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkut. Hal ini kurang professionalnya pemborong melakukan pekerjaan.

Saat reses di Kecamatan Medan Baru, tambah Baskami, masyarakat dari Kecamatan Medan Selayang juga antusias mengikuti pertemuan dengan anggota Dewan memohon agar dikeamatannya dibangun SMA Negeri, guna memudahkan anak-anak menentukan pilihan sekolah dan tidak terbebani pengeluaran dana transport menuju sekolah. [im-01]