Ditipu Calo SIM, Oknum PNS Ngamuk Letuskan Tembakan

inimedan.com

Aksi percaloan dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polresta Medan, tanpak masih terus saja marak seperti tidak ada rintangan. Tercatat tidak sedikit masyarakat yang telah menjadi korban para calo, namun nyatanya masih saja ada masyarakat yang berhubungan dengan Calo.

Walau telah banyak dan berulangkali  warga masyarakat yang menjadi korban penipuanpara  calo SIM di Satlantas Polresta Medan,  namun masih saja ada korban lainnya yang menjadi sasaran para calo ini.

Seperti yang terjadi Selasa (6/9) sore,  seorang Kasi Pemerintahan Kecamatan Medan Tuntungan bernama T Sinaga. Bahkan, karena sempat dikeroyok oleh si Calo dan teman-temannya itu, T Sinaga pun terpaksa melepaskan tembakan  airsoft gun di Jalan Arief Lubis, Lorong Juki, Medan Timur.  T Sinaga ini juga sempat mengeluarkan peluru airsoft gun nya sebanyak tiga kali ke arah warga.

Awalnya, T Sinaga mendatangi salah seorang calo SIM bernama Alamsyah (23) warga Percut Seituan di Jalan Arief Lubis, Lorong Juki, Medan Timur.  Dirinya bermaksud hendak  menanyakan kepada Alamsyah apakah SIM A yang diurusnya melalui Amri sudah selesai atau belum.

Ternyata SIM yang diurus Alamsyah tak juga  selesai. Karuan saja, T Sinaga minta pertanggung jawaban kepada Alamsyah, hingga keduanya pun sempat cekcok mulut dan akhirnya terlibat perkelahian.

Teman-teman  Alamsyah yang melihat kejadian itu bukannya datang melerai, tapi malah ikut mengeroyok T Sinaga. Karena merasa tak seimbang,  T Sinaga berusaha  melarikan diri. Namun,  Alamsyah cs terus mengejar dan berhasil menghadang  T Sinaga, lalu kembali memukuli T Sinaga hingga terkapar  persis di depan markas Satlantas Polresta Medan.

Alhasil, takut jadi bulan-bulanan pengeroyokan Alamsyah CS, T Sinaga akhirnya mengeluarkan senjata  Soft Gun nya.  Bahkan Sinaga sempat mengancam akan menembak mereka. Ternyata ancaman itu tidak main-main. Sinaga sempat mengeluarkan tembakan sebanyak tiga kali ke arah Bayu (abang Alamsyah).

Akibat tembakan tersebut,  Bayu mengalami luka memar di bagian perutnya. Sesaat setelah kejadian, Bayu kemudian membuat laporan ke Polresta Medan. Karena menjadi korban penipuan, T Sinaga juga membuat laporan ke Polresta Medan.

Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polresta Medan AKP Umar mengatakan,  aksi penembakan itu bukan terjadi di dalam Satlantas Polresta Medan tapi di luar.

“Memang ada kejadian itu. Tapi bukan di dalam Satlantas Polresta Medan. Kejadiannya diluar. Tepat di sebelah Satlantas. Keduanya sudah buat laporan ke Reskrim Polresta Medan,” ketus AKP Umar.

Sementara itu,  menurut salah satu seorang warga, Endah (38) warga Jalan Arief Lubis mengatakan sempat melihat kejadian itu.

“Awalnya ada perkelahian satu lawan satu. Lalu si PNS itu dikeroyok beramai-ramai. Mungkin karena terdesak makanya si PNS itu ngeluarin senjata. Senjatanya jenis FN. Enggak tahu apakah itu softgun apa senjata api,” ujar Endah saat berada di sekitaran markas Satlantas Polresta Medan.

Padahal di markas Satlantas Polresta tertulis si papan spanduk bertuliskan ‘Hindari Pengurusan SIM Melalui Calo’. Namun di seputaran markas Satlantas masih terlihat sejumlah masyarakat mengurus SIM melalui jasa calo. Tak jarang masyarakat merasa tertipu dengan aksi nakal para calo SIM yang bergantayangan di Satlantas Polresta Medan.

Kasatlantas Polresta Medan Kompol T Rizal Moelana sebelumnya sudah mengingatkan berkali-kali kepada masyarakat jangan melakukan pengurusan SIM melalui calo. Di markas Satlantas sudah jelas-jelas tertulis hindari calo. Namun masyarakat ingin cepat selesai jika melalui calo.

“Sudah berulang kali kita ingatkan kepada masyarakat agar tidak mengurus SIM melalui calo. Sudah banyak terjadi kasus penipuan yang dilakukan oleh para calo dengan alasan supaya cepat selesai,” sebutnya.

Dia menjelaskan, kalau pihaknya sudah menyediakan kartu identitas kepada peserta saat mengurus  SIM. Sehingga, upaya ini dapat menghindari calon pemegang SIM yang hendak melakukan praktek pengurusan SIM melalui calo.

“Calo tidak akan pernah hilang. Calo itu muncul karena pengurus atau pemohon tak mau sulit dan mencari jalan pintas. Tentunya, calo dijadikan peluang,” ungkap Rizal.

Ditambahkannya, salah satu solusinya ialah mempersempit jalur masuknya calo. Evaluasi terus dilakukan pihak Satlantas Polresta Medan demi perbaikan kebijakan setiap harinya.

“One gate system itu lebih mudah diatur. Satu pintu saja yang kami sediakan, jadi pengontrolan semakin gampang dipantau,” tukasnya.][mp/im-01]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *