Gudang Gas Oplosan di Marelan Digerebek

Peristiwa30 Dilihat

inimedan.com.
Gudang Gas Oplosan di Pasar I Rel Gg.Serbajadi Lingkungan VI Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan, Selasa (18/10) malam digerebek Tim Khusus (Timsus) Ditreskrimum Polda Sumut. Dalam penggerebekan tersebut Polisi menangkap 3 pelaku pengoplos dan mengamankan 146 tabung gas.

Dari keterangan yang diperoleh media ini, dalam operandinya para pelaku melakukan pengeplosan tabung gas subsidi 3 kg dioplos menjadi tabung gas 12 kg non subsidi. Dari aksi penggerebekan, polisi selain mengamankan pelakunya juga menyita 146 tabung gas terdiri 103 tabung gas subsidi 3 kg, 43 tabung 12 kg dan 12 buah regulator alat pemindah tabung.

Dari ratusan tabung yang disita itu di antaranya 39 tabung masih berisi dan 64 tabung lainnya sudah kosong. Turut diamankan 1 unit pick up Daihatsu Grand Max BK 9306 CJ ke Mapoldasu.

Wadir Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Enggar Parianom didampingi Katimsus Ditreskrimum AKBP Sandy Sinurat kepada wartawan mengatakan, pihaknya menangkap tiga tersangka masing-masing Sucipto (37) selaku pemilik rumah, Budi Hardiansyah alias Budi (34) berperan sebagai pelansir sekaligus penjual tabung gas dan Hermanto alias Herman (34) selaku operator pemindah gas dari tabung 3 kg ke 12 kg.

“Jadi modus pelaku pengoplosan ini memindahkan gasnya melalui regulator alat pemindah tabung gas sederhana dengan cara melaga moncong tabung gas 3 kg ke tabung 12 kg,” jelas AKBP Enggar, Rabu (19/10).
Sementara AKBP Sandy Sinurat menambahkan, hasil penyelidikan diketahui kalau tersangka sudah melakukan praktik oplosan ini selama 4 bulan dan tersangka juga tidak memiliki izin atau bukan pangkalan gas.

“Tersangka menjualnya masih di seputaran Medan dan mereka juga mengaku kalau memperoleh tabung gas bersubdii ini dari pedagang,” jelasnya menambahkan, Poldasu akan menindak tegas karena kasus ini merupakan salah satu atensi pemerintah dengan dikenakan Undang-undang Migas.

Sementara tersangka Sucipto saat ditanya wartawan mengaku hanya memperoleh untung Rp20 ribu dari satu tabung 12 kg non subsidi yang dijualnya. “Kami hanya jual Rp100 ribu per tabung makanya cuma dapat untung Rp20 ribu,” akunya singkat.[im-01]

Komentar