oleh

Ketua Komisi D dengan Wakil Ketua DPRD Sumut “Duel”

INIMEDAN-

Memalukan. Mungkin perkataan itulah yang pas dialamatkan terhadap tingkah laku dari Ketua Komisi D DPRD Sumut, Muchrid Nasution yang berseteru “duel” dengan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ruben Tarigan yang dipertontonkan kepada publik. Perseteruan antara keduanya dipicu dari rotasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan DPRD Sumatera Utara.

Kejadian yang memalukan nama lembaga terhormat itu banyak mendapat cemoohan dari kalangan anggota dewan dan kalangan DPRD Sumut sangat menyesalkan terjadinya perseteruan antara Ketua Komisi D Muchrid Nasution Vs Wakil Ketua DPRD Sumut, Ruben Tarigan tersebut..

Penyesalan ini  diungkapkan Wagirin Arman dan Drs Baskami Ginting kepada wartawan, Selasa (19/4) di ruang kerjanya gedung dewan menanggapi pemberitaan sejumlah media massa terkait perseteruan Ketua Komisi D Muchrid Nasution dengan Wakil Ketua DPRDSU Ruben Tarigan terkait rotasi PNS di DPRD Sumut ‘ricuh’ dan menimbulkan perseteruan nyaris berujung ‘duel’ adu fisik, Senin (18/4).

Wagirin juga menyatakan, masalah rotasi staf/PNS tidak perlu diributkan. Kalau ada hal yang dirasa kurang pas bisa dibicarakan di internal DPRD Sumut. “Harusnya persoalan rotasi PNS yang ditugaskan di komisi-komisi tidak perlu sampai sericuh ini, tapi cukup dibahas di internal dewan atau dengan pimpinan dewan,” ujarnya.

Wagirin mengaku prihatin perseteruan dua wakil rakyat itu terjadi saat Provinsi Sumatera Utara sedang memperingati dan merayakan HUT ke 68 tahun. “Seharusnya peringatan HUT Provinsi ini kita ciptakan suasana yang damai. Ini tidak, malah mempertontonkan kegaduhan di publik. Untuk itu sudah saatnya kita mulai belajar dewasa lagi serta mengendalikan diri kita masing-masing,” katanya.

Menurut Wagirin, rotasi dan perombakan staf lingkungan DPRD Sumut seharusnya merupakan kewenangan ketua komisi dan Sekretaris Dewan. ” Sekwan yang punya otoritas penempatan atau rotasi PNS di DPRD Sumut. Kita sebagai anggota DPRD malu mempertontonkan persoalan ini ke publik,” sebutnya.

Untuk itu Wagirin Arman berharap perseteruan dua wakil rakyat soal rotasi staf di lingkungan DPRD Sumut ini jangan sampai menambah masalah baru di lingkungan gedung dewan. “Sebab sudah cukuplah apa yang terjadi belakangan ini hingga wakil rakyat mengalami gonjang ganjing politik dan proses hukum yang menerpa Provinsi Sumut,”katanya.

Sementara itu terpisah, Wakil Ketua Badan Kehormatan (BKD) DPRDSU, Baskami Ginting juga menyatakan prihatin terjadinya perseteruan sesama Anggota DPRD Sumut hanya gara-gara memprotes perombakan staf. Terlebih perseteruan itu diwarnai dengan adanya tudingan tekah terjadinya transaksional di komisi.

” Jika benar ucapan itu dilontarkannya (Ruben Tarigan-red) maka hal itu harus segera dibuktikannya agar tidak mengandung fitnah. Untuk itu kita akan segera membahas persoalan ini,”kata Baskami Ginting melalui telepon selularnya yang mengaku sedang mengikuti seminar nasional sistem penegakan lembaga perawakilan yang dilaksanakan Mahkamah Kehormatam Dewan di Jakarta mulai tanggal 18 hingga 19 April 2016.

Dia juga berharap, perseteruan sesama anggota legislatif jangan sampai mencoreng lembaga dewan sebagai lembaga terhormat. Namun, jika ada pihak yang telah mencoreng lembaga dewan sendiri, BKD siap menyikapi.[im-01]

Komentar

News Feed