KONI Sumut Kecewa

Inimedan.com
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara merasa dirugikan atas keputusan dari Panitia Besar (PB) tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua, yang telah menghapus cabor drum band dan Boling untuk dipertandingkan di multi event olahraga empat tahunan itu.
Mengingat cabor drum band dan boling adalah cabang andalan bagi Sumut meraup medali emas di PON. Pada PON 2016 Jawa Barat, cabor drum band menyumbangkan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Begitu juga boling turut menyumbangkan 1 emas. Bahkan pada kejurnas boling dalam rangka tes event venue Asian Games 2018 di Palembang, boling Sumut secara mengejutkan tampil sebagai juara umum dengan capaian 3 emas dan 1 perak.
Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis merasa sangat dirugikan tidak dipertandingkannya kedua cabor tersebut di PON ke XX. John mengaku Sumut merasa dirugikan karena kedua cabor berpotensi besar sumbang medali emas.
“Drum band di PON 2016 sumbang dua emas dua perak dan dua perunggu. Sementara boling 1 emas. Bahkan di kejurnas 2018, boling Sumut juara umum dengan tiga emas satu perak. Berarti kalo ini PON sekarang, boling minimal dapat tiga emas.
Tiba – tiba tidak dipertandingkan di PON 2020. Apa boleh buat kalo ini sudah keputusan,” ucap John Lubis pada rapat anggota KONI Sumut, di Polonia Hotel Medan, Sabtu (3/3/2018).
Selain dirugikan dengan peluang medali emas di PON, penghapusan kedua cabor juga berdampak bagi masa depan atlet binaan KONI yang masuk dalam Program Sumut Emas (PSE). Padahal, saat ini ada dua peboling Sumut yang berada di pelatnas untuk membela Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. Mereka adalah Aldila Indyanti dan Hardi Rachmadian.
“Karena sudah kita SK kan, tiba – tiba ada cabang olahraga eleminir. Ini juga harus kita bahas bagaimana ke depan kita menghadapinya. Karena cabang olahraga yang dieleminir semua atlet berprestasi disitu.
Jadi kita sangat dirugikan ada cabang – cabang olahraga yang selama ini meraih emas tidak dipertandingkan di PON Papua. Ini juga berimbas bagi status atlet PSE. Makanya terkait masa depan mereka kita putuskan di sini. Kita juga tidak bisa putuskan sembarangan,” tegasnya.
Berdasarkan surat yang telah diterima KONI Sumut dari PB PON 2020, ada 42 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. 35 merupakan cabang olahraga lama, sedangkan ada 7 cabor yang pertamakali akan dipertandingkan secara resmi.
Diantaranya gateball, petanque, rugbi, muathai, dansa. John menilai cabor baru tersebut tentu lebih besar peluang Sumut untuk meraup medali di PON nanti. Maka, pihaknya akan menyusun program agar cabor baru tersebut mampu memberikan prestasi bagi kontingen Sumut di PON 2020.
“Makanya cabang olahraga baru kita buat programnya bagaimana untuk bisa meraih prestasi. Cabang baru tentu di Indonesia juga masih baru. Berarti persaingan masih ketat. Otomatis peluang medali sangat besar,” yakin John.
Anggaran Minim
Pada rapat anggota KONI Sumut, ada sejumlah agenda yang dibahas. Seperti persiapan pelaksanaan Porwilsu dan Porprovsu 2018. Kemudian program Seleksi Daerah untuk menuju PON 2020. Namun dikatakan John, untuk menyukseskan program kerja perlu dukungan anggaran yang optimal.
John mengaku KONI Sumut telah menganggarkan 65 Miliar di APBD 2018 untuk memuluskan seluruh program kerja yang telah disusun.
Namun, dari kabar beredar, untuk anggaran yang disetujui oleh pemerintah hanya 13 miliar. Menurut John, anggaran tersebut tentu sangat tidak cukup untuk melaksanakan semua program kerja KONI selama 2018.
“Memang masih kabar dan belum kita lihat langsung. Tentu jika itu benar, ini tidak cukup untuk memenuhi semua program kerja kita tahun ini. Untuk Porprovsu saja tidak cukup. Berarti program harus menyesuaikan anggaran yang ada.
Seharusnya anggaran yang menyesuaikan program. Inilah beratnya menyusun program. Mungkin nanti akan ada yang dibatalkan atau dikurangi kita rumuskan di sini,” ungkap John.
Sebelumnya Gubernur Sumut dalam sambutan yang dibacakan Plt Dispora Sumut mengatakan, kegiatan ini sebagai evaluasi program kerja KONI Sumut selama 2017 yang telah dilaksanakan, serta tolok ukur untuk program kerja di tahun 2018.
Gubsu berharap program kerja tahun ini mampu berdampak besar bagi peningkatan prestasi Sumut di PON 2020.
“Kita tahu program kerja tahun ini yang sudah pasti adalah menyukseskan Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah PON bersama tahun 2024,” ucapnya.
Sebelumnya Rapat anggota KONI Sumut dihadiri 42 dari 51 Pengprov cabor/badan pembina, serta 27 dari 33 KONI Kabupaten dan kota di Sumut. (di)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *