oleh

Ribuan Preman Terjaring “Ops.Premanisme” Polresta Medan

INIMEDAN-

Ribuan Preman, persisnya 3187 orang berhasil terjaring lewat “Ops.Premanisme” yang digelar Polresta Medan dalam jangka waktu empat bulan, mulai Januari hingga April 2016. Sejumlah preman tersebut berhasil ditangkap oleh Polsek-Polsek yang ada di jajaran Polresta Medan.

Seperti yang dijelaskan Kapolresta Medan,  Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto dari 3187 preman yang ditangkap itu, sebanyak 105 orang akhirnya harus ditahan dan proses lebih lanjut karena mereka terlibat kejahatan antara lain aksi tindak pidana pemerasan.

“Sejak 11 Januari 2016 hingga saat ini, Polresta Medan dan Polsek sejajaran dalam melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka Ops premanisme dan narkoba, telah menjaring 3180 preman,” ucap Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto , Senin (11/4) sore di halaman  Polresta Medan Jalan HM Said Medan.

Dijelaskannya,  setelah diamankan ribuan preman yang ditangkap, termasuk juru parkir (jukir) liar kemudian mendapat pembinaan, sementara bagi yang terbukti melakukan tindak pidana kemudian diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Dari 3180 preman yang diamankan itu,  105 diantaranya dilakukan penahanan untuk selanjutnya diajukan ke JPU. Pasalnya, ada yang melanggar UU darurat, pemerasan, termasuk juga  terlibat perjudian,” terangan mantan Kapolres Madina ini.

Mardiaz juga mengatakan, hari ini, ( Selasa, 12/4), pihak Polda Sumut akan menggelar launching pembentukan Tim Pemburu Preman (TPP) yang nantinya akan memback up, Polres sejajaran memberantas preman.

Untuk itu, Mardiaz  menghimbau agar  masyarakat  tidak perlu khawatir dengan tindak tanduk preman. Pasalnya,  polisi telah menyebar call centre anti preman di nomor 085263299194 dan 081376670983.

“Masyarakat bisa langsung menghubungi ke nomor tersebut, dan personil TPP akan turun. Operasi ini akan terus digelar tanpa batas waktu yang ditentukan, pusat pertokoan dan perbelanjaan tetap jadi atensi (perhatian),” sebut Mardiaz.

Diterangkannya, petugas kepolisian akan terus melakukan pengecekan untuk memantau dan mengantisipasi beraksinya kembali para preman itu.

“Anggota kami akan mengecek, apakah masih ada preman yang beraksi, bila sudah tidak ada, maka kami akan koordinasi dengan Pemko Medan untuk membuat plank bebas preman. Jika  belum bebas, petugas akan meningkatkan pengamanan.

Setelah ini mereka akan diberikan kaos bertuliskan preman, dan nanti akan diberikan kerja sosial,” tandasnya.

Pantauan wartawan,  ratusan preman yang dijaring Polresta Medan dan Polsek sejajaran, dilakukan pendataan serta  diberi pengarahan dan pembinaan. Ratusan preman tersebut juga  bernyanyi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” bersama polisi.([im-06])

Komentar

News Feed