oleh

Judi Bola Online Beromset Rp 500 Juta Digulung Polisi

INIMEDAN – Praktik judi bola online beromset sekitar Rp 500 juta sebulan yang beroperasi di Kota Medan, digulung polisi.

Personel Unit Pidana Umum Sat Reskrim Polresta Medan mengungkap praktek judi bola online yang beroperasi dari Komplek Liberty, Jalan Pendidikan, Medan Barat tersebut. Dari lokasi petugas menangkap dua tersangka wanita yang bertugas sebagai operator komunikasi langsung dengan bandar di Kamboja.

Kedua operator tersebut ditangkap beserta sejumlah barang bukti. Mereka Anna Masdelina (32) warga Jalan Brigjen Zein Hamid, Titi Kuning, Medan Johor, dan Henny Junitama (34) warga Jalan Brigjen Katamso, Titi Kuning, Medan Johor. Keduanya wanita turunan Tionghoa yang mengaku sudah bertahun-tahun bekerja di situ.

Sementara barang bukti yang diamankan sejumlah laptop, 5 telpon seluler, 3 token BCA, 1 token Mandiri, 1 token BNI, wireless Indihome, tiga buku tabungan Bank BCA, 2 unit monitor merek Aches, 1 unit CPU dan beberapa barang bukti lain.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono didampingi Kanit Pidum AKP Bayu Putera Samara, Kamis (7/1/2016) menyebutkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari penyelidikan yang dilakukan sejak Desember 2015. Dalam penyelidikan petugas menyamar sebagai calon member kemudian melakukan registrasi melalui kedua tersangka yang bertugas sebagai operator.

“Setelah berhasil mendeteksi bagaimana judi bola online itu beroprasi, personel langsung melakukan penggerebekan,” kata Kompol Aldi.

Lebih lanjut dikatakan, praktek perjudian tersebut dijalankan melalui jejaring internet menggunakan beberapa situs di antaranya www.sbobbet.com, www.ultra88.com, www.368.com, www.poker88.com dan www.viva79.net yang berpusat di Kamboja.

Hasil penyelidikan sementara, praktek perjudian ini beromset Rp 500 juta per bulan. Sedangkan kedua operator digaji sebesar Rp 3 juta/bulan.

“Kami masih mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan bandarnya, berkordinasi dengan Polda Sumut,” kata Kompol Aldi. [MUL]

Komentar

News Feed