Memiliki Mr P Bengkok Ke Kiri atau Ke Kanan, Normalkah?

Para pria akan merasa khawatir karena memiliki alat vital (penis) yang bengkok ke kiri atau ke kanan. Apakah keadaan tersebut normal? Apakah dapat menyebabkan impotensi? Adakah posisi khusus dalam melakukan hubungan seksual untuk menyiasati hal tersebut?

Istilah “Peyronie” mungkin masih awam untuk sebagian orang. Peyronie adalah terbentuknya plak atau jaringan ikat yang mengeras pada salah satu sisi penis, sehingga akan membuat penis melengkung saat ereksi. Setiap pria dalam rentang umur 18 – 50 tahun dapat saja mengalami peyronie. Sampai saat ini, penyebab peyronie belum diketahui secara pasti.

Beberapa ahli berpendapat bahwa peyronie dipengaruhi oleh masalah genetik dan cara meletakkan penis yang terlalu ke kanan atau ke kiri. Peyronie dapat juga disebabkan oleh trauma yang tidak disadari saat melakukan hubungan seksual.

Inimedan-peyronie

Tidak semua penis bengkok termasuk dalam kelompok peyronie. Penis dengan kebengkokan kurang dari 30˚ termasuk dalam variasi normal. Ada tiga gejala khas peyronie yang harus diperhatikan:

  1. Terdapat benjolan keras pada batang penis
  2. Penis bengkok saat ereksi
  3. Penis terasa sakit saat ereksi dan melakukan hubungan seksual.

Apa yang harus dilakukan? Terkadang gangguan ini bisa hilang dengan sendirinya meskipun memakan waktu dan tergantung kondisi penderita. Tetapi apabila keadaan tersebut berlangsung secara terus – menerus selama 1 bulan, sebaiknya segera kunjungi dokter Anda.

Apakah Peyronie dapat menyebabkan impotensi?

Impotensi adalah suatu ketidakmampuan penis untuk ereksi sehingga tidak dapat melakukan hubungan seksual. Hal ini jarang ditemukan pada pasien dengan Peyronie. Pada umumnya, pasien hanya mengeluhkan ketegangan penis yang berkurang saat ereksi dan bersifat sementara. Tetapi apabila sudah terjadi gangguan aliran darah balik, maka dapat terjadi disfungsi ereksi dan pasien memerlukan pengobatan.

Bagaimana mengobati penis yang bengkok ini?

Tujuan terapi adalah untuk mempertahankan fungsi seksual. Dalam beberapa kasus ringan, tidak diperlukan intervensi medis, pasien hanya perlu diberi edukasi mengenai keadaannya. Obat – obat berikut ini dapat digunakan dalam terapi peyronie:

Vitamin E, dapat memperlambat progresivitas terbentuknya plak.

– Verapamil, sering digunakan dalam pengobatan darah tinggi, terbukti dapat mengurangi ukuran plak dan menurunkan rasa sakit. Pemberian verapamail dilakukan dengan cara menyuntikkannya secara langsung ke plak.

– Kolkisin, obat yang biasa digunakan dalam tatalaksana gout. Obat ini bekerja melawan inflamasi dan pembentukan jaringan ikat.

Terapi kejut Extracorporeal atau ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy), pengobatan baru yang digunakan di beberapa rumah sakit. Pengobatan baru ini terbukti efektif.

– Operasi, hanya diindikasikan apabila Anda telah menderita peyronie parah yang mengganggu fungi seksual selama setahun atau lebih dan tidak ada perbaikan setelah dilakukan terapi lainnya.

– Trik berhubungan seks

Tak perlu cemas, penis bengkok tak berarti tak bisa memuaskan pasangan. Yang penting Anda dan pasangan dapat mengomunikasikan dan mendiskusikan posisi yang tepat sehingga sama – sama mencapai kepuasan.

  • Posisi Woman on Top (WOT), posisi ini memudahkan pria mengatur kedalaman penetrasi atau mengontrol gerakan selama bercinta.
  • Gaya spooning, caranya, minta pasangan berbaring menyamping dan membelakangi Anda, lakukan penetrasi dari arah belakang.
  • Kombinasi gaya spooning dan doggy style. Untuk posisi ini, pasangan perempuan juga harus aktif memberikan akses yang sempurna. Tentunya dukungan dan pengertian pasangan akan membantu menekan kekhawatiran dan kecemasan Anda saat berhubungan seks. (AR)

Sumber : tanyadok.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *