oleh

Mentan Tanam Perdana Padi Varietas Kartika I di Deli Serdang

INIMEDAN – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Rabu (23/12) melakukan tanam perdana padi Varietas Kartika I di Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Selain menanam padi, Mentan Amran Sulaiman bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi beserta jajaran Kodam I/Bukit Barisan, juga melakukan penanaman jagung dan kedelai, keseluruhannya di lahan seluas 106 hektar yang merupakan lahan tidur yang kemudian diolah oleh Babinsa TNI AD.

“Wilayah yang kami gunakan untuk tanam padi seluas 78 hektar, jagung seluas 20 hektar, dan kedelai 8 hektar. Lahan ini sebelumnya ditanami pertanian hanya 30 hektar. Selama 3 tahun terakhir lahan tidur. Selama 50 hari terakhir kami olah supaya kembali produktif,” kata Dandim 0204 Letkol Handryan Indra Wira di lokasi penanaman.

Lahan tersebut ke depan akan ditambah ternak sapi dan beberapa komoditas pertanian seperti cabai dan bawang merah. Jajaran TNI Kodam I/Bukit Barisan sengaja membuka lahan sawah baru tersebut sebagai lahan pembelajaran bagi insan pertanian baik akademisi maupun petani yang ingin belajar mencontoh kegiatan pertanian oleh para Babinsa.

“Modal kami melaksanakan ini adalah keberanian dan nekat. Terlalu banyak hitung di meja justru tidak jalan. Akhirnya atas perintah Kodam kami jalankan, di mana ada kemauan pasti ada jalan. Kami juga awalnya tidak punya sarana pertanian. Kemudian datang bantuan dari Dinas Pertanian Deli Serdang lalu dari Balai Penelitian Tanaman Pangan,” jelas Letkol Handryan.

Dijelaskan, benih padi yang digunakan yaitu Kartika I. Tahapannya berupa persiapan lahan, vegetatif dan generatif. Varietas lainnya juga akan digunakan yaitu Ciherang dan Inpari 32.

“Kami gunakan pola semi organik dengan memakai pupuk organik dicampur pupuk kimia. Dengan kombinasi pupuk kimia dengan organik kami bisa menghemat biaya pemupukan dari Rp 6 juta menjadi Rp 4 juta,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, lahan seluas 106 hektar akan diolah bersama 15 orang babinsa dan belasan petani warga setempat. “Ke depan mudah-mudahan bisa mekanisasi sehingga petani tertarik dan hasil panen bisa bersaing,” katanya. [MUL]

Komentar

News Feed