oleh

Mahadi Rais, Eks Bomber PSMS Ikut Tarkam

INIMEDAN – Tidak berjalannya kompetisi sepakbola dalam negeri, membuat pemain sepakbola harus memutar otak mencari cara menghidupi keluarga. Maraknya turnamen antarkampung atau yang lebih dikenal dengan tarkam, “dilahap” bagaikan asupan gizi yang tinggi.

Para pemain sepakbola memilih untuk bermain di klub-klub lokal, agar bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari. Adalah Mahadi Rais, mantan pemain PSMS dan Bintang Jaya Asahan ini mengaku, dirinya harus ikut tarkam untuk mendapatkan uang yang membiayai kehidupannya.

Saat ini, pemain kelahiran 8 Agustus 1989 bergabung dengan klub lokal Bintang Johor. Sampai saat ini berbagai tarkam sudah digelutinya. Menurut pemain yang berposisi sebagai penyerang ini, tarkam merupakan alternatif yang harus dipilih, karena kekosongan agenda sepakbola resmi oleh PSSI.

“Aku ikut tarkam saja ini. Kompetisi tidak berjalan, pemain bola banyak yang bingung dalam menjalankan profesinya sebagai pemain. Nah, begitu banyak yang buat tarkam, dan aku pun dapat tawaran bermain di Bintang Johor, ya aku main,” ujarnya,Minggu (6/12/2015).

Menurutnya, kini tarkam menjadi pilihan mayoritas pemain sepakbola. Terutama yang tidak bergabung dalam tim yang mengikuti Piala Jenderal Sudirman.

“Ini namanya saja tarkam. Kalau kita lihat di klub-klub lokal. Pemainnya pemain liga semua. Di setiap tim tarkam pasti ada pemain liganya. Jadi gak bisa dibilang tidak berkelas,” ujarnya sambil tertawa. (IST)

Komentar

News Feed